DAERAH  

Panglima Kodam Cenderawasih Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Bijak Bermedia Sosial

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM berfoto bersama usai menghadiri ibadah Minggu bersama jemaat Gereja GKI Marampa Kamkey di Tanah Hitam, Kota Jayapura, Papua, Minggu (31/5). Kunjungan yang dikemas dalam safari ibadah merupakan bentuk komitmen Kodam Cenderawasih dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Minggu (31/5) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Papua melalui kegiatan safari ibadah.

Dalam safari tesrebut, Febriel menghadiri ibadah Minggu bersama jemaat Gereja GKI Marampa Kamkey di Tanah Hitam, Kota Jayapura, Papua. Kehadirannya beserta rombongan disambut hangat oleh jemaat dan para tokoh gereja.

Ibadah yang berlangsung khidmat, penuh sukacita menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat Papua. Safari ibadah rutin tersebut dilaksanakan bukan sekadar menjalankan kewajiban spiritual.

Namun, menjadi sarana untuk menjalin komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di tanah Papua.

Febriel dalam sambutannya usai ibadah mengatakan, kegiatan safari akan terus dilakukan ke berbagai gereja di seluruh wilayah Papua sebagai bentuk komitmen merangkul seluruh tokoh agama dan umat beragama tanpa membedakan latar belakang.

“Saya ingin hadir dan beribadah bersama masyarakat di berbagai tempat di Papua. Melalui safari ibadah ini, kami ingin membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan dengan seluruh tokoh agama serta masyarakat Papua,” ujar Febriel di Jayapura, Papua, Minggu (31/5).

Febriel mengingatkan, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang ada di Papua bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang aman, harmonis, dan sejahtera.

“Kita semua adalah Indonesia. Jangan pernah melihat perbedaan sebagai pemisah, tetapi jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk bersama-sama membangun Papua yang lebih baik,” kata Febriel lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Papua memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju apabila seluruh komponen masyarakat mampu menjaga kebersamaan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Febriel.

Tak hanya itu, Febriel juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi kepada orang lain.

“Mari kita bijak dalam menerima dan membagikan informasi. Jangan sampai berita yang belum tentu benar menimbulkan kesalahpahaman, polemik, atau bahkan perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.

Di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan Papua, pesan persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang disampaikan Febriel menjadi pengingat bahwa masa depan Papua yang damai dan sejahtera hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama, saling menghormati, dan semangat membangun bersama sebagai satu keluarga besar.

Dalam kesempatan itu, Febriel juga menyerahkan tali asih kepada pengurus jemaat, yang diterima secara simbolis oleh Pendeta Margaretha Radingkir, S.Th sebagai bentuk perhatian Kodam Cenderawasih kepada pihak gereja. (*)