SORONG, ODIYAIWUU.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Paul Finsen Mayor meminta para pelaku pembunuhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.
“Saya mengimbau keluarga pelaku agar bersikap kooperatif dan membantu menyerahkan para pelaku kepada Kepolisian Daerah Papua Barat Daya guna mempercepat proses hukum,” ujar Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor mengutip antaranews.com di Sorong, kota Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (22/3).
Menurut Finsen Mayor, senator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat Daya, kasus tersebut merupakan tindak kriminal murni yang harus ditangani secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Pelaku harus segera ditangkap dan diproses hukum. Jika mereka ingin menyerahkan diri, tentu akan lebih baik,” kata Finsen Mayor lebih lanjut.
Senator muda berambut gimbal ini menyatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjemput pelaku apabila ada itikad baik untuk menyerahkan diri, serta memastikan proses penanganan berjalan secara profesional.
Selain itu, ia menilai kinerja Kepolisian Daerah Papua Barat Daya dalam menangani kasus tersebut patut diapresiasi, khususnya upaya pengejaran terhadap para pelaku.
Finsen juga menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Kapolda Papua Barat Daya yang dinilai mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di wilayah Papua.
“Saya mendukung langkah kepolisian dalam mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku,” kata Finsen Mayor.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku, sehingga Finsen belum dapat memberikan pernyataan lebih rinci karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Sebagai anggota DPD RI mewakili daerahnya, Finsen akan terus melakukan fungsi pengawasan dan monitoring terhadap penanganan kasus tersebut agar berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Pihaknya berharap kasus ini dapat segera terungkap sehingga situasi keamanan di wilayah Tambrauw kembali kondusif.
Insiden penyerangan sebelumnya terhadap empat tenaga kesehatan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT yang menewaskan dua orang korban.
Selain itu, Polda Papua Barat Daya pun telah mengamankan 12 orang terduga pelaku, masing-masing terdiri atas TY (28), LY (57), SY (19), AY (44) Kepala Kampung Banfot, MY (29) Kepala Kampung Bamusbama, serta BY, AY, TY, WY (49) PNS. PY (49), YJ.
Suasana duka, (19/3) siang sangat terasa saat jenazah Yohanes Edwintus Bido (YEB) alias Edwin (24) tiba dan disambut tangis haru keluarga di Bandara H. Hasan Aroeboesman, Kabupaten Ende, Flores, NTT.
Edwin adalah tenaga kesehatan (nakes) korban penyerangan orang tak dikenal (OTK) di Tambrauw, Papua Barat Daya. Korban merupakan warga Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Ende, Flores
Jenazah Edwin diterbangkan dari Bandara El Tari Kupang, Pulau Timor menggunakan pesawat Wings Air dan tiba siang hari di Bandara Hasan Aroeboesman. Sejak pagi, keluarga, kerabat serta masyarakat telah memadati area bandara untuk menunggu kedatangan jenazah.
Suasana haru juga dialami kerabat saat prosesi penjemputan nakes asal Pulau Bunga (Flores) dihadiri pula Wakil Bupati Ende Dr drg Dominikus Minggu Mere, Kepala Kepolisian Resor Ende AKBP Yudhi Franata serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ende Gabriel Dala.
Saat peti jenazah diturunkan dari pesawat, suasana haru tak terbendung. Tangis keluarga pecah, menggambarkan duka mendalam atas kepergian korban. Prosesi dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang biarawati Katolik.
Setelah itu, jenazah dibawa ke RSUD Ende untuk dilakukan pergantian peti jenazah. Usai proses tersebut, jenazah kemudian diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu. Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat mengantar perjalanan terakhir korban menuju kampung halaman.
Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ende, Jumat (20/3) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Papua Barat Daya dan Pemkab Tambrauw beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat yang sudah berusaha maksimal sehingga jenazah Edwin (24) tiba di tengah keluarga besar di Ende, Pulau Flores, NTT.
Pemkab Ende juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak di Papua Barat Daya maupun Tambrauw yang dengan caranya masing-masing ambil bagian dalam proses pemulangan jenazah Edwin, tenaga kesehatan asal Ende dari Tambrawu hingga tiba di tengah keluarga besar di Desa Nduaria, Kelimutu.
“Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas nama pemerintah dan masyarakat Ende serta keluarga Almarhum menyampaikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya dan Bapak Bupati serta Wakil Bupati Tambrauw beserta jajarannya dan Forkopimda yang sudah memfasilitasi pemulangan jenazah anak Edwin dari Sorong ke Ende,” ujar Gabriel Dala di Nduaria, Ende, Flores, NTT, Jumat (20/3).
Gabriel juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan dan masyarakat serta pihak-pihak terkait di Tambrauw yang sudah bahu-membahu membantu mengevakuasi jenazah Edwin dari Lokasi kejadian hingga Sorong kemudian diatur proses pemulangan ke Ende. Meski Edwin kembali ke tanah kelahirannya di Nduaria tanpa nyawa namun memberi penghiburan dan kekuatan bagi keluarga besar.
“Jumat (20/3) siang ini jenazah anak kami akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Nduaria. Misa pelepasan menurut rencana akan dipimpin seorang imam. Keluarga juga sangat berterima kasih kepada Pemprov Papua Barat dan Pemkab Tambrauw serta semua pihak yang sudah berusaha maksimal segingga jenazah Edwin kembali ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Kami semua mendoakan semoga Tuhan membalas kebaikan itu dengan kasih yang berlimpah,” kata Gabriel. (*)










