Lulusan Menyentuh 15.804 Orang, Rektor Hugo Sebut Unipa Bertekad Bangun SDM di Timur Indonesia

Para mahasiswa Unipa saat mengikuti wisuda periode kedua tahun akademik 2025-2026 di Aula Utama Unipa, Manokwari, Papua Barat Daya, Selasa (17/3). Pada wisuda kali ini Unika berhasil mencetak 196 lulusan dan total lulusan Unika hingga saat ini mencapai 15.804 orang. Sumber foto: ppid.unipa.ac.id, Selasa (17/3)

MANOKWARI, ODIYAIWUU.com — Universitas Papua (Unipa), Selasa (17/3) kembali mewisuda 196 lulusan periode kedua tahun akademik 2025-2026 di Aula Utama Unipa, Manokwari, Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam prosesi wisuda penuh hikmat dan haru, Unipa meluluskan 26 wisudawan dan wisudawati dengan predikat pujian, 124 orang dengan predikat sangat memuaskan, 24 orang dengan predikat memuaskan, dan 22 orang tanpa predikat.

“Dengan tambahan 196 wisudawan ini, jumlah total lulusan Unipa kini mencapai 15.804 orang,” ujar Rektor Unipa Prof Dr Hugo Warami, S.Pd, M.Hum dalam sambutannya saat prosesi wisuda mengutip laman resmi, ppid.unipa.ac.id di Manokwari,Papua Barat, Selasa (17/3).

Hugo menjelaskan, rincian lulusan tersebut terdiri dari 29 doktor, 680 lulusan program magister, 9.594 lulusan program sarjana, 3.693 lulusan program sarjana muda, 101 lulusan dari program profesi dokter, dan 1.707 lulusan dari program profesi guru.

Menurut Hugo, dengan jumlah total 15.804 lulusan tersebut, Unipa bertekad untuk melayani dan membaktikan diri dalam membangun sumber daya manusia di Timur Indonesia.

Profesor putra asli Papua ini juga menekankan pentingnya keunikan yang dimiliki oleh Unipa sebagai perguruan tinggi yang bermutu, bermartabat, dan berfokus pada kemanusiaan untuk Indonesia dari tanah Papua.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si yang diwakili Wakil Gubernur Muhammad Lakotani, SH, MM dalam sambutannya, mengatakan, wisuda bukan sekadar seremonial.

“Wisuda merupakan bukti kontribusi Unipa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat. Kontribusi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian misi Papua Cerdas, Papua Produktif, dan Papua Sehat,” kata Muhammad Lakotani.

Muhammad Lakotani juga mengingatkan para wisudawan bahwa gelar yang diterima bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

“Kami mendorong para wisudawan untuk berkarya dengan keberanian, integritas, dan semangat untuk memberikan dampak. Ingatlah, masa depan Papua Barat tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alamnya tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Hari ini, daudara-saudari adalah bagian dari harapan itu,” ujar Lakotani. (*)