Wakili Gubernur John Tabo, Asisten II Elai Lantik Pengurus dan Pengawas Koperasi Papua Pegunungan

Asisten II Setda Papua Pegunungan Elai Giban saat menyematkan pin kepada Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026-2030 yang baru saja dilantik di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Jayawijaya, Kamis (5/3). Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Elai Giban mewakili Gubernur John Tabo, Kamis (5/3) resmi melantik Pengurus dan Pengawas Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) periode 2026-2030 di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Jayawijaya.

Para pengurus harian yang dilantik masing-masing Simson Asso sebagai ketua didampingi wakil ketua Ronal A Giban, sekretaris Tarwi Kiwo, wakil sekretaris Mesier Tabuni, bendahara Devi Yikwa, dan wakil bendahara Ulenus Wenda.

Sedangkan sewan pengawas yaitu ketua Elai Giban dengan delapan anggota masing-masing Alpius Yigibalom, Yakobus Wai, Yosep Ukano, Noak Tabo, Marthen Kogoya, Ina Wenda, Yosefat Alinknoe, dan Manis Kogoya.

Elai Giban dalam sambutannya mengatakan, pembentukan Pengurus dan Pengawas Koperasi Papua Pegunungan bertujuan mewujudkan visi dan misi gubernur dalam rangka menekan angka inflasi daerah yang cukup tinggi serta menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayah Papua Pegunungan.

“Koperasi ini hadir untuk memperpendek jangkauan harga pasar dan mengoptimalkan potensi produk unggulan lokal. Kita akan fokus pada sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan yang menjadi potensi di delapan kabupaten cakupan Papua Pegunungan,” ujar Elai Giban di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (5/3).

Menurut Elai, koperasi tersebut berfungsi sebagai wadah penampung hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dari seluruh kabupaten di Papua Pegunungan. Namun, ujarnya, keberhasilan koperasi tentu membutuhkan dukungan serta kesiapan masyarakat untuk memperluas skala usaha tani mereka sesuai potensi daerah masing-masing

“Secara teknis koperasi ini akan berperan sebagai pengumpul yang menampung hasil bumi masyarakat. Produk-produk tersebut nantinya dipasarkan secara lokal, maupun didistribusikan ke luar daerah, baik antar-kabupaten maupun ke provinsi tetangga,” kata Elai, mantan Penjabat Bupati Kabupaten Nduga.

Elai juga menjelaskan, jika jejaki kerja sama antara daerah pada tahun lalu gubernur telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kabupaten Biak Numfor, Papua dan Mimika, Papua Tengah era kepemimpinan Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai.

“Kita akan kembangkan juga jejak kerja sama ini dengan Provinsi Papua Selatan di Merauke, sehingga potensi galian C yang ada di Nduga dan Yahukimo akan kita tukar produk unggulan yang ada di Merauke,” ujar Elai.

Elai menambahkan, saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sedang melalukan proses kerja sama dengan kalangan kampus. Dengan demikian, bila koperasi sudah berjalan akan dilakukan kolaborasi.

“Terkait wadah penampungan, kami akan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia saat ini sembari menyiapkan sarana yang lebih memadai. Sementara itu, anggaran pengelolaan Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) telah disiapkan oleh Gubernur Papua Pegunungan,” kata Elai.

Ia mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk tidak berdiam diri dan mulai mengelola lahan tidur di wilayah masing-masing. Masyarakat cukup menyiapkan hasil pertaniannya di tempat dan koperasi akan membelinya.

Sementara itu Simson Asso menyampaikan apresiasi kepada Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol yang telah mempercayai pengurus yang baru saja dilantik. “Setalah kami, kami melaksanakan tugas sesuai penjabaran dan arah dari pemrintah provinsi,” kata Simson.

Simson menegaskan, ke depan pihak koperasi siap menampung seluruh hasil bumi petani. Untuk sementara, pusat penampungan atau gudang telah disiapkan di Mall Jayawijaya. Masyarakat dipersilakan membawa hasil buminya ke mall itu.

Urusan distribusi sepenuhnya akan dikelola oleh pengurus koperasi, “Kami tidak turun ke masyarakat namun masyarakatlah yang datang jual ke kami dan kami siap menampung,” kata Simson. (*)