Pendeta Yermias Wandik Beri Renungan Saat Ibadah Bersama ASN dan Pegawai di Pemkab Tolikara

Wakil Ketua Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli Pendeta Yermias Wandik, S.Th (batik, kanan) dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA (kiri) saat berlangsung ibadah bulanan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (12/9). Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Para pejabat, aparatur sipil negara (ASN), dan pegawai umat Kristen yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, Jumat (12/9) mengikuti ibadah bulanan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Wakil Ketua Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli Pendeta Yermias Wandik, S.Th saat membawakan renungan mengajak para pejabat, ASN, dan pegawai yang mengabdi di lingkungan Pemkab Tolikara belajar memahami tanda-tanda zaman dan realitas sosial yang sedang terjadi di tengah dunia yang terus berubah. 

“Dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua, para pejabat, ASN, dan pegawai setia belajar memahami tanda-tanda zaman yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Saat ini terjadi goncangan alam seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan letusan gunung berapi,” ujar Pendeta Yermias Wandik dalam khotbahnya. 

Selain itu, ujar Pendeta Yermias, realitas sosial juga masih memperlihatkan masih terjadi goncangan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Konflik kekerasan berupa kekerasan, konflik, dan perang antara sesama kelompok manusia masih mewarnai ziarah perjalanan manusia.

“Kapan Tuhan datang menjemput orang-orang percaya kepada-Nya menjadi refleksi penting bagi kita semua. Karena itu, saya mengajak kita semua, terutama para pejabat, ASN, dan pegawai mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali melalui kesetiaan menunaikan tugas dan kewajiban kita sebagai pengikut-Nya,” kata Pendeta Yermias lebih lanjut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA dalam  kesempatan itu meminta para ASN dan pegawai yang mengabdi di daerah itu setia mengikuti ibadah rutin yang sudah dicanangkan era Pemerintahan Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si.

Menurut Yosua, ibadah diselenggarakan setiap Jumat pertama dan terakhir dalam bulan. Ibadah dimaksud untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan mendengar Firman dari para hamba Tuhan. Firman Tuhan merupakan obat mujarab dalam mengasah kepekaan rohani sehingga para ASN dan pegawai tetap setia dan semangat melayani Tuhan lewat sesama atau warga masyarakat.

“Ibadah rutin bagi para ASN dan pegawai di lingkungan Pemda Tolikara sudah dicanangkan sejak kepemimpinan Bupati Tolikara Bapak Willem Wandik dan Bapak Wakil Bupati Yotam Wonda. Oleh karena itu, ibadah rutin ini terus kita jaga, pelihara, dan jalankan dengan kesadaran penuh agar aspek rohani dan jasmani kita sebagai pelayan masyarakat dan jemaat tetap seimbang,” ujar Yosua.

Yosua juga menguraikan tiga jenis ibadah yang perlu dijaga, termasuk para ASN dan pegawai umat Kristiani di lingkungan Pemda Tolikara. Pertama, ibadah Sacha diselenggarakan dengan doa, mendengar Firman Tuhan, melantunkan puji-pujian kepada Tuhan melalui kebaktian dalam sebuah persekutuan.

Kedua, ibadah Latreuo atau Latreia. Artinya, apapun yang kita kerjakan adalah demi keluhuran dan keagungan nama Tuhan. Apapun yang kita lakukan atau kerjakan bukan untuk mengharapkan pujian atau perhatian siapapun, orang lain. Namun, semua yang kita lakukan itu muaranya untuk kebesaran nama Tuhan.

Ketiga, ibadah Proskuneo. Artinya, ibadah itu ibarat seorang tuan dan hewan kesayangan seperti seekor anjing. Saat anjing dikasari tuannya, ia akan pergi menjauh tetapi tidak lama kemudian akan kembali mencium kaki dan tangan tuannya. Ini mengajarkan kita semua ihwal ketaatan atau kesetiaan penuh.

“Mereka yang akan masuk kerajaan Sorga adalah mereka yang dipanggil, dipilih, dan setia. Saya mengajak kita semua, para ASN dan pegawai mari kita persiapan untuk kedatangan pelayanan dari Pengurus Badan Pengurus Pusat GIDI untuk melayani para ASN dan pegawai Kabupaten Tolikara,” kata Yosua, tokoh muda gereja.

Ibadah berlangsung lancar di bawah koordinator Inspektorat Kabupaten Tolikara sebagai pelayan ibadah (liturgos). Ibadah dihadiri sejumlah pejabat seperti Asisten I Setda Tolikara Samuel Kogoya, SH, MH, MM, M.Ak, Asisten III Yohanis Mantong Palumpun, SE, Kepala Kantor Kementerian Agama Tolikara Mikhel Dandirwalu S.Th, MM, dan para ASN serta pegawai di lingkungan Pemda Tolikara. (*)