NABIRE, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Lingkungan Pemkab Dogiyai. Bimtek berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (8-9/9) di Nabire, kota Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Bimtek tersebut menghadirkan delapan operator dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dogiyai dan satu operator dari distrik serta dua operator dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Bimtek menghadirkan pembicara atau narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Dogiyai Yakobus Dogomo, SS mewakili Bupati Yudas Tebai, S.Pd, M.Si membuka secara resmi kegiatan bimtek.
“Saya menitip pesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan bimtek dengan serius agar pencegahan dan penurunan stunting dilakukan juga dengan serius,” ujar Bupati Yudas Tebai sebagaimana disampaikan Yakobus Dogomo saat membuka acara bimtek.
Menurut Tebai, stunting sudah menjadi prioritas nasional sehingga pemerintah daerah, termasuk Dogiyai harus mendukung penuh dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Saya juga meminta agar kegiatan bimtek ini dapat diikuti dengan serius agar para operator dari masing-masing OPD dapat menyiapkan data akurat sehingga pencegahan dan percepatan penurunan stunting dilakukan tepat sasaran,” ujar Bupati Tebai.
Bimtek penanggulangan stunting juga merupakan pelatihan teknis dengan tujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat daerah dalam mengatasi masalah stunting dan memperbaiki layanan kesehatan secara holistik.
Bimtek juga sangat strategis mengingat stunting berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak sehingga membutuhkan intervensi terintegrasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. (*)










