JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Senin (5/10) dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXVII/Sobe Sonbai, Kodam baru yang membawahi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penunjukan Thevi, mantan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih, menjadi Pangdam Sobe Sonbai dilakukan Presiden dalam rangkaian Upacara Parade dan Peresmian Satuan Baru bertepatan dengan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Wakil Gubernur Irjen Pol (Purn) Dr Johanis Asadoma, SIK, M.Hum mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT siap membangun komunikasi dan sinergi dengan jajaran TNI dalam menjaga keamanan serta memperkuat kawasan perbatasan.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam sistem pertahanan negara. Keberadaan mereka menjadi bagian dari representasi nyata kehadiran negara di wilayah terdepan,” ujar Johni usai upacara Parade dan Peresmian Satuan Baru dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).
Karena itu, kata Johni, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri, pembangunan kawasan perbatasan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai salah satu prioritas.
“Pemerintah daerah akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan jajaran TNI dalam menjaga keamanan, menciptakan suasana yang kondusif, memperkuat daerah perbatasan, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTT,” kata Johni, putra NTT asal Kabupaten Alor kelahiran Denpasar 8 Januari 1966.
Johni menambahkan, penguatan pertahanan di kawasan perbatasan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.
Menurut Johni, kehadiran Kodam Sobe Sonbai diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan dan keamanan di tanah Flobamora. Selain meningkatkan pengawasan wilayah darat, keberadaan Kodam baru tersebut juga diharapkan memperkuat koordinasi dalam menjaga wilayah laut serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman.
“Kehadiran Kodam baru diharapkan memperkuat pengawasan wilayah darat maupun laut, meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan serta mempercepat koordinasi antara unsur TNI dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat,” ujar Johni.
Menurut Johni, Posisi NTT sebagai daerah perbatasan diakuinya tidak hanya memiliki dimensi pertahanan dan keamanan. Kawasan tersebut juga menjadi wajah Indonesia di hadapan negara tetangga.
Karena itu, penguatan pertahanan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga di kawasan perbatasan.
“Kawasan perbatasan juga menjadi wajah kehadiran negara. Karena itu, penguatan pertahanan harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Johni.
Dengan resmi berdirinya Kodam Sobe Sonbai, NTT memasuki babak baru dalam struktur komando kewilayahan TNI AD. Pemerintah daerah berharap keberadaan struktur baru tersebut dapat memperkuat sinergi pertahanan sekaligus mendukung terciptanya kawasan perbatasan yang aman, maju, dan sejahtera.
Thevi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kecabangan Infanteri dengan latar belakang Korps Pasukan Khusus (Kopassus). Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dan telah menempuh berbagai pendidikan serta penugasan militer.
Thevi lahir 21 Juli 1971 di Jambi. Ia merupakan bagian dari perwira lulusan Akmil 1993 dari kecabangan Infanteri. Selain pendidikan di Akmil, Thevi tercatat mengikuti sejumlah pendidikan militer, antara lain Sesarcabif, pendidikan Para, Free Fall, Diklapa I dan II, Seskoad pada 2008 serta Sesko TNI pada 2018.
Karier Thevi banyak diwarnai penugasan di Korps Baret Merah. Ia pernah dipercaya sebagai Danyon 812/Ban Sat 81/Gultor pada 2009–2010.
Setelah itu, ia pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Kopassus, antara lain Kepala Penerangan Kopassus, Waasren Kopassus, serta Asren Danjen Kopassus pada 2014–2015.
Pada 2015–2016, Thevi dipercaya memimpin Satuan 81/Gultor Kopassus sebagai Dansat 81/Gultor. Satuan tersebut merupakan salah satu unit khusus dalam lingkungan Kopassus.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke sejumlah posisi strategis di luar Kopassus. Thevi pernah menjabat Asops Kasdam VII/Wirabuana pada 2016–2017, kemudian Danrindam XVII/Cenderawasih pada 2017–2018.
Ia selanjutnya kembali mendapat penugasan di lingkungan Mabes TNI AD dan Kopassus, termasuk sebagai Pamen Denmabesad, Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Taktik Khusus Gultor serta Danpusdiklatpassus Kopassus pada 2020–2022.
Setelah bertugas di lingkungan Kopassus, Thevi dipercaya mengemban jabatan Waaslat Kasad Bidang Kermamil pada 2022–2024. Kariernya kemudian berlanjut di Papua. Pada Juli 2024, ia dipercaya menjadi Kasdam Cenderawasih. Jabatan tersebut diembannya hingga awal 2026.
Setelah meninggalkan jabatan Kasdam Cenderawasih, Thevi mendapat penugasan sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Wassus dan LH Panglima TNI pada 2026. Setelah peresmian Kodam Sobe Sonbai, Thevi dipercaya memimpin Kodam baru yang memiliki wilayah teritorial NTT. Penunjukan Thevi sebagai Pangdam Sobe Sonbai menempatkannya sebagai pejabat pertama yang memimpin Kodam baru di tanah Flobamora. (*)










