Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Gelar Rapat Kerja Perdana Selama Tiga Hari di Bukit Meriam

Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah Tino Mote, SIP. Foto: Istimewa

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah Tino Mote, SIP, Sabtu (14/3) mengatakan, pihaknya sudah menetapkan jadwal Rapat Kerja (Raker) Pemuda Katolik Komda Papua Tengah selama tiga hari, Jumat-Senin (24–26/4) di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita, Bukit Meriam, Nabire.

Menurut Tino, raker perdana mengusung tema utama, Meningkatkan Kemitraan Kerjasama Pemerintah untuk Membangun Papua Tengah dengan subtema Melalui Rakor Pemuda Katolik Komda Papua Tengah Bersolidaritas Menetapkan Komitmen Dalam Program Kerja.

Tino menambahkan, sejak ia dilantik menahkodai Pemuda Katolik Komda Papua Tengah pada Kamis (10/10 2024), agenda raker baru dijadwalkan 2926 menyusul banyak agenda yang tidak dapat ditinggalkan.

“Sekarang semua materi sudah kami siapkan. Apapun yang terjadi, raker perdana ini tetap kami selenggarakan April mendatang,” ujar Tino Mote di Nabire, kota Provinsi Papua Tengah, Sabtu (14/3) malam.

Menurut Tino, tokoh muda Papua Tengah, salah satu agenda krusial jelang raker yaitu mengadakan audiensi dengan empat organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Papua Tengah. Keempat OPD dimaksud ialah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Tino menjelaskan, rencana dialog dengan pihak Disdukcapil Papua Tengah dimaksud mendorong pemerintah provinsi agar berkoordinasi dengan seluruh Disdukcapil di delapan kabupaten guna meningkatkan pelayanan perekaman KTP elektronik (e-KTP) dan kartu keluarga (KK) kepada masyarakat, khususnya orang asli Papua sehingga memiliki identitas kependudukan.

Langkah itu sangat penting sehingga pemerintah daerah di wilayah Meepago (Papua Tengah) memiliki data kependudukan yang akurat untuk mendukung berbagai program Pembangunan yang menyentuh masyarakat, terutama orang asli Papua.

Tino juga memandang, pelayanan perekaman KTP elektronik dari petugas Dukcapil di delapan kabupaten di Papua Tengah tidak menunggu masyarakat datang ke kantor. Namun, langkah sigap petugas dlakukan dengan menyambangi langsung warga masyarakat atau sengan pola jemput bola sehingga pelayanan perekaman e-KTP lebih efisien dan efektif.

Tino juga menambahkan, rencana melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah bertujuan memberikan masukan terkait peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire dan Mimika serta penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang memadai.

“Dengan fasilitas dan tenaga medis yang cukup, setiap pasien yang datang berobat dapat memperoleh pelayanan yang maksimal hingga sembuh, bukan sebaliknya,” kata Tino lebih lanjut.

Ia menambahkan, audiensi dengan Dinkes Papua Tengah sangat penting mengingat angka kematian masyarakat di wilayah tersebut dinilai masih cukup tinggi. Melalui diskusi ini diharapkan sistem pelayanan kesehatan di delapan kabupaten di Papua Tengah dapat terus diperbaiki sehingga mampu menekan angka kematian.

Sementara itu, dialog dengan Bakesbangpol akan membahas dinamika politik yang berkembang di Papua Tengah. Sebagai instansi teknis yang membina partai politik dan organisasi kemasyarakat kepemudaan (OKP), Bakesbangpol Papua Tengah diharapkan terus memberikan pendampingan, bimbingan serta pengawasan terhadap perkembangan situasi politik di daerah.

Pemuda Katolik juga akan berdialog dengan Dinas Lingkungan Hidup Papua Tengah terkait pengawasan terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami degradasi akibat aktivitas berbagai korporasi yang tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan laju kerusakan hutan (deforestasi) di Papua Tengah.

Menurut Tino, keempat OPD tersebut menurut rencana akan menjadi target audiensi mengingat sejauh pengamatan Pemuda Katolik masih terdapat sejumlah persoalan penting yang belum tertangani optimal oleh pemerintah.

“Kami berharap melalui momentum ini ada perhatian serius dari pemerintah agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani dengan baik,” ujar Tino lebih lanjut.

Saat ini, kata Tino, pihak Panitia Raker Pemuda Komda Papua Tengah melakukan penggalangan dana dengan menjual kaos raker, kaos oblong, dan lain-lain dengan harga Rp 200 ribu. Selain itu, akan dijual kaos berkerah dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp300 ribu per pieces.

Tino menambahkan Raker tersebut akan melibatkan seluruh pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Undangan akan kami kirim kepada pengurus di delapan kabupaten. Namun jika ada yang berhalangan hadir, panitia tetap akan melaksanakan sesuai jadwal,” ujar Tino. (*)