NABIRE, ODIYAIWUU.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Dogiyai, Jumat (11/7) sukses menggelar kegiatan Konsultasi Publik II Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dogiyai Tahun 2025-2029 di Rumah Makan Selera Nabire, Papua Tengah.
Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd, M.Si dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, konsultasi publik ini merupakan merupakan suatu tahapan penting dan wajib dilaksanakan dalam proses penyusunan KLHS RPJMD dan merupakan pelengkap dari tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah sebelumnya.
“Konsultasi publik ini sangat penting sehingga selaku bupati saya mengharapkan lahir kontribusi pemikiran semua pihak, stakeholder guna menyempurnakan kualitas dokumen KLHS RPJMD Kabupaten Dogiyai. Dokumen ini nantinya ditindaklanjuti pada tahap selanjutnya di tingkat provinsi untuk dilakukan validasi dan verifikasi,” ujar Bupati Tebai.
Menurut Tebai, tujuan dari tahapan konsultasi publik ini adalah untuk menyajikan berbagai alternatif skenario yang akan dilaksakan dengan upaya tambahan ataupun tanpa upaya tambahan dalam pencapaian target-target tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah ditentukan pemerintah pusat.
“Dalam tahapan ini juga kita semua bersama-sama melihat berbagai arah kebijakan yang akan dilaksanakan dan berbagai sasaran pokok pembangunan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Dogiyai sepanjang periode 2025-2029 sebagai perwujudan pencapaian pembangunan berkelanjutan, Dengan demikian tahapan ini benar-benar membutuhkan atensi dari bapak dan ibu peserta sekalian,” kata Tebai.
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Dogiyai Yakobus Dogomo, SS mengatakan, kegiatan konsultasi publik dibuka Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Dogiyai Willem Tagi, SIP mewakili Bupati Tebai.
Penyusunan dokumen dalam konsultasi publik melibatkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan para stakeholder dengan narasumber dari Pusat Studi Ekonomi dan Pembangunan Daerah Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayapura.
“Dokumen ini disusun dengan tujuan mengantisipasi dampak negatif dari pembangunan. Kami inginkan pembangunan yang dilakukan ramah lingkungan,” ujar Yakobus Dogomo dari Nabire, Papua Tengah, Sabtu (11/7).
Menurut Yakobus, dalam dokumen akan direkomendasikan alternatif skenario daya dukung air, daya dukung pangan, kualitas lingkungan hidup, pencapaian indikator tujuan pembangunan berkalanjutan Kabupaten Dogiyai, rekomendasi sasaran pokok, strategi, program pembangunan daerah Dogiyai tahun 2025-2029 serta indikasi penganggaran TPB.
“Selanjutnya rekomendasi ini akan diintegrasikan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Dogiyai Tahun 2025-2029,” kata Yakobus, birokrat berusia muda lulusan Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura, Jayapura, Papua.
Konsultasi Publik II Penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Dogiyai Tahun 2025-2029 dihadiri para kepala badan, dinas dan tokoh agama, adat, perempuan, dan tokoh masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dogiyai. (*)










