TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Mimika periode 2025-2029, Sabtu (26/9) resmi dilantik di Aula Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) SP4, Timika, Provinsi Papua Tengah.
Pelantikan tersebut berdasarkan SK Nomor 7 Tahun 2026 tentang pengukuhan personalia Perpani Kabupaten Mimika periode 2026-2029.
Ketua Umum Pengkab Perpani Mimika dr Eni Kenangalem melantik pengurus berdasarkan SK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengukuhan Personalia Perpani Kabupaten Mimika Periode 2026-2029.
dr Eni dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membawa olahraga panahan Mimika menuju prestasi yang lebih tinggi.
Menurut dr Eni, panahan bukan olahraga yang asing bagi masyarakat Papua. Secara filosofis dan kultural, kemampuan memanah telah menjadi bagian dari identitas dan ketangkasan leluhur masyarakat Papua. Karena itu, tantangan Perpani saat ini adalah mengubah potensi tersebut menjadi prestasi olahraga yang terukur.
“Bagi masyarakat Papua, memanah bukanlah hal yang asing. Secara filosofis dan kultural memanah adalah bagian dari identitas dan ketangkasan leluhur kita. Tugas besar kita hari ini adalah mentransformasikan tradisi dan bakat alamiah tersebut menjadi prestasi olahraga yang terukur,” kata Eni.
Untuk mewujudkan target tersebut, Perpani Mimika akan mengandalkan tiga pilar utama, yakni percepatan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan infrastruktur dan sinergi dengan berbagai pihak.
Pembinaan atlet akan didorong mulai dari lingkungan sekolah hingga ke distrik-distrik di wilayah pesisir maupun pegunungan. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk menjaring bibit-bibit muda potensial sejak dini. “Tongkat estafet prestasi tidak boleh terputus,” ujar dr Eni.
Selain atlet, Perpani Mimika juga akan mendorong peningkatan kualitas pelatih dan juri. Pengurus berencana mendorong pelaksanaan pelatihan dasar pelatih tingkat kabupaten serta sertifikasi juri secara berkala.
Sementara di sektor fasilitas, Perpani Mimika menyadari masih terdapat tantangan sarana dan prasarana. Karena itu, pengurus akan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika, KONI, pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan arena panahan yang representatif dan mandiri.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika Antonius Kemong memberikan apresiasi atas dilantiknya kepengurusan Perpani Mimika. Pelantikan tersebut diakuinya menjadi langkah penting dalam membangun, memajukan olahraga baik dari sisi organisasi maupun pencarian bibit, pembinaan atlet dan prestasi.
Kemong menilai, olahraga panahan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Mimika karena memiliki kedekatan dengan kehidupan dan budaya masyarakat Papua, khususnya Amungme dan Kamoro.
“Olahraga panah untuk kita masyarakat Papua, khususnya Amungme dan Kamoro, itu sudah menjadi hal yang biasa. Jadi ini menjadi program yang baik ke depan untuk kita kembangkan olahraga panahan, baik di sekolah maupun di distrik-distrik, baik di pesisir dan pegunungan,” ujar Kemong.
Kemong menambahkan, pengembangan panahan juga sejalan dengan program KONI Mimika, yakni membangun olahraga dari kampung ke kota. Ia juga berharap keberadaan Perpani dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet baru yang nantinya dapat memperkuat kontingen Mimika dalam berbagai ajang olahraga.
Terlebih, Mimika tengah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. “Kita punya rencana untuk membuat kegiatan PORKAB di bulan Oktober. Kiranya boleh berjalan dengan baik sehingga olahraga-olahraga bisa dikembangkan melalui kegiatan itu dan bisa mencari bibit-bibit panahan di Kabupaten Mimika,” katanya.
Sementara itu Ketua Umum Pengprov Perpani Papua Tengah Elisabeth Cenawatin meminta Pengkab Perpani Mimika tidak hanya mengejar prestasi secara instan, tetapi membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Menurut Elisabeth, pembinaan harus dimulai dari pencarian bibit atlet, pembinaan usia dini dan kelompok umur, peningkatan kualitas pelatih serta wasit, penguatan klub hingga menciptakan kompetisi yang berkesinambungan.
“Prestasi tidak lahir dalam satu malam. Prestasi lahir dari proses, disiplin, konsistensi dan kerja Bersama. Saya meminta kepengurusan baru membangun organisasi yang solid serta menjadikan klub sebagai basis utama pembinaan atlet.,” ujar Elisabeth.
Menurut Elisabeth, Pengkab yang kuat harus ditopang klub-klub yang aktif dan sehat. Dari klub-klub tersebutlah proses pembentukan dan regenerasi atlet harus berjalan.
Elisabeth juga mengungkapkan bahwa Pengprov Perpani Papua Tengah mendapat dukungan dari Pengurus Besar (PB) Perpani untuk menggelar pelatihan wasit yang menghadirkan pemateri langsung dari PB Perpani.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026. “Ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas perangkat pertandingan di Papua Tengah,” ujar Elisabeth lebih lanjut.
Elisabeth juga mengapresiasi capaian kontingen Perpani Papua Tengah pada Kejuaraan Nasional Panahan Junior 2026 yang berhasil membawa pulang lima medali, terdiri dari satu medali perak dan empat medali perunggu. Capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan dan tidak membuat seluruh pihak cepat puas.
Mewakili Bupati Mimika John Rettob, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang SDM dan Kemasyarakatan Fransiskus Bokeyau menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus Perpani Mimika yang baru dilantik.
Menurut Fransiskus, pelantikan bukan hanya acara seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengawali tanggung jawab dan komitmen dalam membangun olahraga panahan di Kabupaten Mimika.
Fransiskus menekankan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia karena tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan medali, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, sportivitas, ketekunan dan kepercayaan diri.
Khusus olahraga panahan, kata Fransiskus, diperlukan konsentrasi, ketenangan, ketepatan, pengendalian diri serta latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Karena itu, ia berharap Perpani mampu menjadi wadah pembinaan atlet, khususnya generasi muda Mimika.
Fransiskus juga meminta rapat kerja Perpani yang digelar bersamaan dengan pelantikan tidak berhenti pada penyusunan program administratif. “Program pembinaan harus nyata, terarah, realistis dan berkelanjutan,” ujar Fransiskus Bokeyau. (*)










