Beredar Kabar Terjadi Kontak Tembak Antara Tentara OPM dan Aparat Keamanan Indonesia di Sugapa

Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) di Sugapa, kota Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Foto: Istimewa

SUGAPA, ODIYAIWUU.com — Beredar kabar yang menyebut terjadi kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) dengan aparat keamanan Indonesia di Sugapa, kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Rabu (9/10) pukul 17:25 WIT.

Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) TPNPB menyebut, berdasarkan laporan Papua Intelligence Service (PIS) TPNPB dari Sugapa, dalam pertempuran tersebut belum diketahui dengan jelas apakah ada korban dari kedua belah pihak. 

“Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Aibon Kogoya dan pasukannya serta seluruh pasukan siap bertanggung jawab dalam aksi tersebut,” ujar Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom melalui keterangan tertulis yang diperoleh Odiyaiwuu.com dari Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (9/10).

Menurut Sebby, dalam laporan tersebut akibat baku tembak sejak 7 dan 9 Oktober sejumlah warga sipil mengungsi dari Titigi dan Sugapa ke kerabat mereka. Para pengungsi khawatir mereka menjadi korban salah tembak selama pertempuran darat terjadi antara kedua belah pihak.

“Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mendesak Presiden Republik Indonesia segera menghentikan operasi militer di Intan Jaya. Saat ini Intan Jaya telah ditetapkan sebagai wilayah siaga tempur oleh petinggi militer Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan akan memakan banyak korban jiwa dan harta benda milik warga sipil,” kata Sebby lebih lanjut.

Pihak TPNPB menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia tidak akan pernah ijinkan perusahan pertambangan memasuki wilayah adat suku Moni. Pasalnya, keberadaan perusahaan pertambangan di Intan Jaya akan merusak kehidupan warga sipil yang hidup dari berkebun dan berternak. 

“Perang yang telah terjadi di Intan Jaya adalah bentuk perlawanan terhadap Indonesia dan bukan karena urusan makan minum. TPNPB akan siap membatalkan Pemilihan Bupati di Intan Jaya karena mereka kaki tangan Indonesia,” kata Sebby lebih lanjut.

Sebby menambahkan, seluruh pasukan TPNPB di bawah pimpinan Panglima Brigjen Undius Kogeya siap mengeksekusi pasukan yang memasuki wilayah operasi TPNPB dalam status siaga tempur. (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)