DAERAH  

Aktivis Perempuan Marlince Siep: Perlu Trauma Healing Bagi Anak-Anak Terdampak Konflik Wamena

Aktivis Jaringan Perempuan Adat Jayawijaya Marlince Siep, S.Pd, M.Pd. Sumber foto: papua.tribunnews.com, Rabu, 8 April 2026

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Aktivis Jaringan Perempuan Adat Jayawijaya Marlince Siep, S.Pd, M.Pd meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat memberikan trauma healing khusus kepada anak-anak pengungsi terdampak konflik di Wamena, Papua Pegunungan.

“Selamat hari Pentakosta, Roh Kudus hadir menghibur dan menguatkan kita semua. (Saya mengusulkan) perlu adanya trauma healing bagi anak-anak pengungsi konflik horisontal di Woma, Tolikara-Missi, dan sekitarnya,” ujar Marlince di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (24/5).

Menurut Marlince, pasca konflik horisontal yang terjadi di Wamena ia berharap adanya aksi atau layanan trauma healing secara khusus bagi anak-anak yang terdampak. Sementara ini masih ada anak-anak di tempat-tempat pengungsian hingga di rumah/kompleks seputaran Wouma, Tolikara-Missi Wamena.

“Trauman healing ini saya pandang perlu, penting, dan urgen. Saya mengalami, ketika jelang sore atau malam anak-anak sangat ketakutan bahkan hanya untuk ke kamar kecil atau dengar suara motor yang lewat dengan gas penuh atau ketika kita berbicara bisik, mereka spontan lari ketakutan dan langsung menangis,” katanya.

Selain itu, lanjut Marlince, beberapa anak yang ia kunjungi di tempat pengungsian mereka mengalami demam dan penurunan nafsu makan. Apakah ini dampak mereka (anak-anak) khawatir atau panik, pihak kesehatan bisa meresponnya.

“Mungkin terdengar lucu, tetapi itu realita yang saya lihat dalam beberapa hari terakhir ini. Kami berharap ada tindak lanjut atau aksi peduli dari DPRD Jayawijaya, Dinas Kesehatan (psikiater), LSM perempuan dan anak,” ujar Marlince.

Marlince berharapa, persoalan anak-anak bisa diakomodir sehingga mengurangi kepanikan atau kecemasan dari anak-anak yang di daerah terdampak yang sudah disebutkan.

“Mohon perhatian dari Pemda Jayawijaya dan TP PKK Kabupaten Jayawijaya,” kata Marlince, akademisi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Abdi Wacana Wamena.

Trauma healing adalah proses penyembuhan psikologis dan emosional untuk memulihkan seseorang dari syok atau luka batin akibat peristiwa traumatis.

Tujuan trauma healing yaitu mengembalikan keseimbangan emosi, membangun kembali rasa aman, dan membantu korban kembali menjalani kehidupan normal. (*)