Akses Pendidikan Minim di Lanny Jaya, TNI Bangun Kelas Sederhana Tumbuhkan Semangat Belajar

Prajurit TNI dari Pos Kotis Satgas Yonif 511/Dibyatara Yodha, Kodam XVII/Cenderawasih saat menggelar kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak di Kampung Konikme, Distrik Yugungwi, Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (4/3). Foto: Istimewa

TIOM, ODIYAIWUU.com — Akses pendidikan yang sangat terbatas masih dirasakan anak-anak usia sekolah di Kampung Konikme, Distrik Yugungwi, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Meski demikian, ada secercah asa, harapan hadir dari pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) khususnya Pos Kotis Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha, Komado Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih.

Para prajurit Satgas Yonif Dibyatara Yodha, Rabu (4/3) menggelar kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah tersebut.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas Yonif Dibyatara Yodha Kapten Inf Made Susila Arimbawa mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah penugasan.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Made Susila Arimbawa dari Elelim, kota Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (4/3).

Menurut Made Susila, prajurit berdarah Bali, inimnya sarana pendidikan dan jauhnya jarak menuju sekolah formal tidak menyurutkan semangat anak-anak Konikme untuk menimba ilmu.

“Melihat kondisi itu, personel Pos Kotis berinisiatif membangun kelas belajar sederhana di lingkungan pos, yang kemudian dimanfaatkan sebagai ruang belajar Bersama,” katanya.

Materi yang diajarkan meliputi membaca, menulis, berhitung serta pengenalan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif dengan pendekatan yang hangat dan penuh keakraban, sehingga suasana belajar terasa menyenangkan bagi anak-anak.

Anak-anak sangat antusiasi selama kegiatan berlangsung. Beberapa di antaranya bahkan rela berjalan kaki cukup jauh demi mengikuti pelajaran. Semangat itu tergambar dari wajah ceria mereka saat mampu membaca atau menyelesaikan soal berhitung.

Salah satu peserta, Nando Kogoya (12), mengaku senang bisa belajar bersama prajurit TNI. Kogoya senang bisa belajar membaca dan berhitung di sini.

“Bapak TNI baik dan sabar mengajar kami. Saya ingin jadi pintar supaya bisa membanggakan orang tua,” ujar Kogoya penuh semangat.

Kegiatan belajar di Pos Kotis adalah upaya membangun harapan di Kampung Konikme. Proses belajar mengajar menjadi simbol bahwa pendidikan dapat tumbuh di mana saja. Proses pendidikan dapat hadir di tengah keterbatasan selama ada kepedulian dan kemauan untuk berbagi. (*)