TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) membangun sanggar guna mendorong pengembangan seni dan budaya masyarakat di wilayah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mimika Elisabeth Cenawatin menjelaskan, tahun 2025 pihak dinas sudah melakukan pembangunan enam sanggar seni menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Pembangunan sanggar akan dilanjutkan kembali pada tahun 2026.
Enam sanggar yang telah dibangun pada 2025 diperuntukkan bagi Suku Amungme tiga sanggar dan Suku Kamoro tiga sanggar. Suku Amungme dan Kamoro merupakan suku asli Mimika. Suku Amungme mendiami wilayah pegunungan dan Suku Kamoro mendiami wilayah pesisir.
“Tahun ini kami akan membangun tiga sanggar ukir dan anyaman khas Papua di beberapa distrik/kecamatan. Ke depan kami berencana membangun di semua distrik namun proses pembangunannya itu dilakukan secara bertahap tidak bisa kami bangun satu kali,” ujar Elisabeth Cenawatin di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (17/7).
Selain membangun sanggar, lanjut Elisabeth, pihak dinas juga rutin melakukan pembinaan dan juga melibatkan berbagai sanggar dalam berbagai kegiatan atau pentas seni-budaya, baik dilaksanakan di Mimika maupun di luar Mimika.
“Kami juga rutin melakukan pembinaan meliputi pelatihan musik tradisional, mengikutkan sanggar-sanggar tersebut terlibat dalam festival budaya dan pameran, pembuatan rumah produksi, perlombaan tarian antarsanggar dan pemberian peralatan musik,” kata Elisabeth.
Elisabeth menambahkan, melalui kegiatan pembinaan sanggar-sanggar diharapkan dapat berperan dalam melestarikan warisan tradisi lokal, mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif.
Upaya mengelola kesenian menjadi produk bernilai ekonomi melalui pertunjukan wisata, festival wisata atau kerajinan berupa ukiran khas agar dapat memberi nilai ekonomi bagi masyarakat yang tergabung dalam sanggar sanggar seni.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, agar sanggar seni di Mimika terus berkembangan,” ujarnya.
Selain melakukan pembinaan terhadap sanggar seni, lanjut Elisabeth, pihak dinas juga melaksanakan pelatihan bimbingan teknis dan pendampingan ekonomi kreatif kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Mimika.
“Pada bulan Juni kemarin kami melaksanakan pelatihan pengemasan produk di Yogyakarta bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, UMKM di Mimika,” katanya.
Pihak dinas juga memfasilitasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia ekonomi kreatif pada ajang pemilihan Putri Otonomi Daerah Indonesia 2026 pada Juni dan Juli di Jakarta.
“Dari Mimika juga kami mengirim peserta untuk berpartisipasi pada ajang itu di Jakarta dan puncak acaranya di Deli Serdang, Sumatra Utara” ujar Elisabeth lebih lanjut.
Elisabeth menambahkan, ke depan dinas yang ia pimpin akan melaksanakan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata berbasis sertifikasi bagi kelompok pemandu wisata (guide) dan karyawan hotel di Mimika serta pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata melalui kegiatan studi tour Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
“Kalau untuk pelatihan bagi kelompok pemandu wisata dan karyawan hotel kami laksanakan di Kota Timika. Sedangkan, kegiatan studi tiru kelompok sadar wisata akan kami laksanakan di Banyuwangi, Jawa Timur,” katanya. (*)










