KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Bupati Wilem Wandik, S.Sos menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara menabuh genderang perang melawan terhadap praktik peredaran narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba), minuman keras (miras), dan berbagai praktik perjudian di tanah Injil Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Langkah Bupati Wandik, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, bersama jajaran Pemkab Tolikara bukan sekadar isapan jempol. Pihaknya menggandeng pula aparat TNI, Polri, pimpinan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli, para pimpinan klasis, tokoh agama, adat, masyarakat, dan tokoh pemuda serta kalangan intelektual.
Wandik menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak ada lagi ruang bagi praktik peredaran dan penjualan narkoba, miras maupun berbagai perilaku yang merusak masa depan generasi muda di Tolikara. Karena itu, ia bersama berbagai elemen menyatakan komitmen bersama memerangi berbagai penyakit sosial karena mengancam kehidupan masyarakat.
“Gerakan ini bukan sekadar penertiban namun tekad besar menjaga Tolikara, terutama Karubaga tetap aman, damai, bersih, dan menjadi kota yang memberi harapan bagi lahirnya generasi Tolikara yang sehat, beriman, cerdas, dan berkarakter,” ujar Bupati Wandik di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Senin (13/7).
Tak tanggung-tanggung, Bupati Wandik memimpin langsung kampanye melawan narkoba, miras, dan perjudian sekaligus menegaskan, pemerintah hadir bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat, melainkan melindungi kehidupan dan masa depan anak-anak Tolikara dari pengaruh buruk aneka penyakit sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Setiap rupiah yang dimiliki masyarakat seharusnya dipergunakan untuk membangun keluarga, membiayai pendidikan anak, dan meningkatkan kesejahteraan, bukan dihabiskan untuk aktivitas yang hanya menghancurkan kesehatan, moral, ekonomi keluarga, serta masa depan generasi penerus,” ujar Wandik, mantan Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Menurutnya, Pemkab Tolikara sudah membuka berbagai peluang di sektor pendidikan dan lapangan pekerjaan bagi putra-putri daerah. Karena itu, seluruh masyarakat diajak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjauhi segala bentuk penyakit sosial yang merusak masyarakat dan berpotensi melenyapkan kesempatan generasi emas Tolikara meraih masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wandik, tokoh muda nasional dari timur Indonesia juga memberikan peringatan, warning kepada seluruh aparatur sipil negara, tenaga pendidik, kepala distrik, kepala kampung serta aparat TNI dan Polri agar menjadi panutan, teladan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tokikara tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang terbukti terlibat dalam perjudian, penyalahgunaan narkoba, minuman keras maupun pelanggaran lainnya. Sanksi tegas, termasuk pemberhentian dari jabatan sesuai ketentuan yang berlaku, akan diterapkan tanpa pandang bulu,” katanya.
Langkah Pemkab Tolikara bersama memerangi penyakit sosial di atas didukung penuh pihak GIDI Wilayah Toli. Kader GIDI Viktor Kogoya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama pemerintah dalam membangun Karubaga sebagai Kota Injil yang bebas dari narkoba, miras, dan perjudian serta berbagai tindakan yang merusak akhlak dan moral masyarakat.
“Para pemimpin, ASN, guru, kepala distrik, kepala kampung serta seluruh tokoh masyarakat harus menjadi contoh nyata bagi generasi muda melalui sikap hidup yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab,” ujar Wandik tegas.
Sementara itu Ketua GIDI Wilayah Toli Pendeta Yeremis Wandik mengingatkan bahwa sejak pertama kali Injil diberitakan di Lembah Toli, tanah ini telah dipersembahkan kepada Tuhan sebagai tanah damai dan penuh berkat.
Karena itu, menurut Pendeta Yeremias, gereja bersama pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kesucian kehidupan masyarakat dan melindungi generasi muda dari pengaruh yang menghancurkan masa depan.
“Gereja tidak akan mentoleransi hamba Tuhan yang terbukti terlibat dalam perjudian, minuman keras, maupun penyalahgunaan narkoba. Setiap pelanggaran akan diproses sesuai aturan gereja, termasuk pemberhentian dari pelayanan,” ujar Yeremias.
Sinergi Pemkab Tolikara, TNI, Polri, dan Gereja serta berbagai elemen menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan karakter, moral, dan iman masyarakat.
Melalui gerakan bersama ini diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan masa depan generasi muda adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Karubaga terus tumbuh sebagai ibu kota kabupaten yang bersih, aman, damai, serta menjadi rumah yang layak bagi lahirnya generasi Tolikara yang unggul, sehat, berintegritas, dan siap membangun daerah, termasuk Provinsi Papua Pegunungan dan Indonesia. (*)










