Cara Bunda PAUD Elisabeth Wandik Menembus Medan Terjal Demi Calon Generasi Emas di Tolikara

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tolikara Ny Elisabeth Y Flassy Wandik, SE, MM berbaur di tengah anak-anak saat melakukan kunjungan kerja di Douw, salah satu distrik terpencil di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (27/5). Foto: Istimewa

DOUW, ODIYAIWUU.com — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tolikara Ny Elisabeth Y Flassy Wandik, SE, MM kian memantapkan komitmen mendorong anak-anak usia dini agar terpenuhi kebutuhan gizi, pendidikan hingga kesehatan.

Langkah itu berasalan selain anak-anak usia dini tanah Papua merupakan calon generasi emas masa depan, juga sejalan dengan visi dan misi Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si mendorong pendidikan sebagai salah sektor strategis dalam agenda pembangunan tanah Injil Tolikara.

Menurut Elisabeth Wandik, usai dilantik Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan Ny John Tabo, Senin (11/5 2026) ia langsung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Douw, salah satu distrik terpencil di Tolikara pada Rabu (27/5).

Kunker tersebut merupakan wujud komitmennya pada anak-anak usia dini, calon generasi emas Tolikara. Elisabeth Wandik mengaku, anak-anak di Douw bagian dari calon generasi emas Papua dan Indonesia yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Kami melihat anak-anak ini adalah generasi emas Papua dan Indonesia. Ada rasa bahagia, tetapi juga sedih karena kondisi sekolah mereka masih sangat terbatas,” ujar Elisabeth Wandik di Douw, Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (27/5).

Namun, upaya Elisabeth bersama rombongan menyentuh Distrik Douw bukan perkara mudah. Perjalanan ditempuh dengan pesawat perintis dari Bandara Karubaga ke Bandara Douw. Rombongan perlu waktu sekitar 40 menit melintasi langit pegunungan Papua.

Namun keterbatasan akses tidak menyurutkan langkah Elisabeth untuk melihat langsung kondisi pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi ibu hamil, bayi, balita melalui Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) hingga pemenuhan sarapan bergizi bagi anak-anak sekolah melalui Program Sarapan Sehat Anak Sekolah (Sarasehans) Pemkab Tolikara.

Kedatangan Elisabeth Wandik yang juga istri Bupati Tolikara Willem Wandik, disambut hangat masyarakat, para ibu menyusui, ibu hamil serta ratusan anak-anak PAUD dan siswa sekolah yang telah menantikan kunjungan itu dengan penuh sukacita.

Dalam kunjungannya, Elisabeth menyerahkan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi Program 1000 HPK, balita serta anak-anak PAUD dan sekolah dasar. Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian dan kecintaan terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini untuk menciptakan calon generasi Papua yang sehat, cerdas, dan kuat menjemput masa depan yang lebih cerah.

Dalam kunjungan tersebut, Elisabeth tidak hanya menyerahkan bantuan namun menyapa penuh keibuan dan ngobrol langsung dengan anak-anak. Ia juga memotivasi anak-anak agar tetap semangat belajar meski berada di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan.

Elisabeth mengaku prihatin menyaksikan masih banyak anak yang belum memiliki seragam sekolah dan harus belajar dengan fasilitas serba minim. Selain itu, akses transportasi menuju Douw juga masih menjadi tantangan tersendiri mengingat distrik itu belum memiliki bandara yang memadai.

Tak hanya fasilitas bandara yang minim namun ongkos sewa pesawat menuju Douw menyentuh angka sekitar Rp 39 juta sekali penerbangan. Tingginya biaya transportasi tersebut turut mempengaruhi distribusi bahan makanan dalam Program 1000 HPK, kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi hingga Program Sarasehans bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah dasar.

Elisabeth yang juga Kepala Bapperida Tolikara mengatakan berkomitmen mendorong percepatan pembangunan di Douw, khususnya pembangunan bandara agar akses pelayanan pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik lebih terasa dan berkelanjutan (sustainable).

Selain sektor pendidikan dan gizi, Elisabeth juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di Douw yang saat ini baru memiliki Puskesmas Pembantu (Pustu). Kondisi tersebut dinilai belum mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara akan mendorong pembangunan sekolah satu atap serta peningkatan fasilitas kesehatan dari Pustu menjadi Puskesmas sehingga kesehatan yang merupakan salah satu sektor prioritas sungguh menyentuh kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang prima dan merata.

“Kunjungan kerja ini kami lakukan sebagai wujud komitmen Bunda PAUD Tolikara dalam memberi pelayanan sekaligus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan gizi ibu hamil, bayi, balita, dan sarapan bergizi bagi anak-anak sekolah melalui Program 1000 HPK dan Program Sarasehans di wilayah pedalaman Papua Pegunungan khususnya Tolikara,” kata Elisabeth.

Di tengah keterbatasan akses dan medan yang berat, Elisabeth juga berdoa dan berharap agar melalui kerja keras dan komitmen nyata ada secercah asa, harapan hadir dan menyentuh anak-anak usia dini Tolikara dan tanah Papua menyongsong masa depan sebagai calon generasi emas. (*)