DAERAH  

Ketua Komite Eksekutif Otsus Papua Velix Wanggai: Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA bersama istrinya, Herwin Meiliantina Wanggai. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA menyampaikan doa dan terima atas ucapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada keluarganya dan umat Islam di tanah Papua.

“Shalom, Salve. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada yang terhormat, Bapak, Ibu, kaka-kaka, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan ucapan hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kami dan kepada umat Islam di tanah Papua,” ujar Velix Wanggai di Jayapura, Papua, Rabu (27/5).

Selain menyampaikan doa, apresiasi, dan terima kasih, Velix juga menitip doa yang sama semoga sesama saudara sehat selalu, sukses, bahagia dan diberkati dalam setiap langkah kehidupan.

“Selamat Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Kurban. Mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh keluarga The Spirit of Papua. Semoga membawa rezeki, berkat dan kedamaian untuk kita semua. Salam hormat kami,” kata Velix Wanggai.

Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin Umar mengatakan, Idul Adha mengajak serta mengajarkan umat untuk terus meneguhkan semangat keikhlasan dan kepedulian.

“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Nasaruddin Umar mengutip jogja.antaranews.com di Jakarta, Selasa (26/5).

Nasaruddin menjelaskan, ibadah kurban memiliki makna sosial yang nyata. Daging kurban yang dibagikan bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian, menguatkan ketahanan pangan, dan protein keluarga.

Di samping itu, kata Nasaruddin, daging kurban membantu masyarakat yang membutuhkan dan berkontribusi pada upaya pemenuhan gizi, termasuk dalam pencegahan stunting.

“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” ujar Nasaruddin lebih lanjut.

Maka dari itu, Nasaruddin mengajak umat untuk menjadikan Idul Adha sebagai kesempatan memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah memberi dampak bagi sesama.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” kata Nasaruddin.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menilai, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi peristiwa penting memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, toleransi hingga solidaritas sosial yang telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia.

“Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial,” kata Fadli.

Fadli menambahkan, nilai-nilai tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk tradisi saling membantu kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)