JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi berukuran jumbo ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Kedua sapi dari pimpinan negara tersebut masing-masing memiliki bobot di atas 1 ton.
Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan, prosesi penyerahan hewan kurban tersebut telah dilangsungkan sejak Selasa (26/5) malam. Sapi bantuan Presiden Prabowo memiliki bobot yang sedikit lebih berat dibandingkan bantuan Wakil Presiden Gibran.
“Tadi malam kita sudah mendapatkan penyerahan secara resmi sapi dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden. Berat sapinya Bapak Presiden itu 1,3 ton, sedangkan Wapres 1,2 ton,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar kepada awak media di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5).
Nasaruddin juga memastikan, kedua sapi tersebut telah melewati uji kelayakan dan pemeriksaan medis yang ketat sebelum diterima oleh pihak masjid.
“Kita sudah cek, ada juga semacam sertifikatnya bahwa itu sudah diperiksa oleh tim kesehatan, Kementerian Kesehatan, sudah semuanya sehat,” kata Nasaruddin lebih lanjut.
Selain menerima sapi kurban dari Presiden dan Wakil Presiden, Nasaruddin membeberkan fenomena menarik terkait tingginya angka toleransi di Masjid Istiqlal pada Idul Adha tahun 2026. Ia mengungkapkan, sejumlah warga non-muslim turut berpartisipasi mengirimkan hewan ternak untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dari total sekitar 60 ekor hewan yang diterima, hampir separuhnya berasal dari masyarakat non-muslim. “Banyak sekali teman-teman kita yang dari non-muslim juga menyerahkan hewan kurbannya. Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih di antara 60-an itu, itu berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum,” ujar Nasaruddin.
Secara syariat Islam, sumbangan warga non-muslim tersebut tidak dikategorikan sebagai ibadah kurban, melainkan sebagai bentuk sedekah dan kepedulian sosial guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
“Saudara-saudara kita yang non-muslim juga sadar betul bahwa begitu banyak masyarakat yang membutuhkan daging, tapi mungkin tidak seperti jumlah hewan kurban yang tersedia dibandingkan dengan para peminatnya,” katanya.
Sedangkan terkait pendistribusian daging kurban, panitia kurban Masjid Istiqlal dijadwalkan akan memulai prosesi penyembelihan hewan pada Kamis (28/5). Nasaruddin menegaskan, pihak masjid tidak akan menerapkan sistem pembagian daging di lokasi guna menghindari antrean panjang masyarakat.
Sebagai gantinya, panitia akan mendistribusikan daging kurban secara langsung ke sejumlah titik dan lembaga yang berada di bawah binaan Masjid Istiqlal.
“Di sini tidak ada pembagian (antrean langsung) karena kita akan mendistribusikan kepada masjid dan mushola binaan Istiqlal, panti asuhan, majelis taklim, perguruan tinggi Islam, pondok pesantren, dan madrasah yang punya relasi dengan Istiqlal,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin memastikan seluruh proses distribusi dilakukan secara transparan dan rutin dievaluasi setiap tahunnya agar tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan. (*)










