Ribuan Jemaah Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Timika: Gelorakan Spririt Berkurban dan Toleransi

Ribuan umat Islam usai melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Babussalam, Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (27/5). Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Ribuan umat Islam melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Agung Babussalam Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (27/5).

Ribuan jemaah memadati ruang utama Masjid hingga area sekitarnya sejak pagi hari untuk mengikuti pelaksanaan Salat Idul Adha yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIT. Semangat berkurban dan toleransi antarumat beragama menjadi tema utama mewarnai pelaksanaan

Salat dipimpin Imam Masjid Agung Babussalam H. Musriadi, sementara khotbah Idul Adha disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika KH Muhammad Amin AR.

KH Muhammad Amin AR dalam khotbahnya, mengajak umat Islam meneladani ketabahan dan ketaatan Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

KH Muhammad Amin juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama, khususnya di tanah Papua dan Kabupaten Mimika yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman masyarakat.

“Marilah kita semua menjaga keharmonisan serta toleransi antarumat beragama, terutama bagi kita yang berada di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika,” ujar KH Muhammad Amin dalam khotbahnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa makna Idul Adha tidak hanya sebatas ibadah ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial terhadap sesama.

Imam Masjid Agung Babussalam H. Musriadi mengatakan, Hari Raya Idul Adha identik dengan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bagaimana umat Islam yang mempunyai kelebihan harta bisa melaksanakan kurban agar daging kurbannya dapat dinikmati bersama, terutama oleh masyarakat yang kurang mampu,” kata Musriadi.

Tahun ini, Masjid Agung Babussalam menyiapkan delapan ekor hewan kurban yang terdiri atas lima ekor sapi dan tiga ekor kambing.

Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari sumbangan dan infak para jemaah melalui sistem arisan kurban tanpa adanya bantuan hewan kurban dari pemerintah.

Panitia menjadwalkan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan hewan oleh dokter hewan.

Daging kurban nantinya akan didistribusikan langsung oleh panitia ke rumah-rumah warga yang membutuhkan, dengan prioritas masyarakat di sekitar lingkungan masjid.

Menurut Musriadi, pelaksanaan Idul Adha di Mimika diharapkan tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kerukunan hidup bermasyarakat.

“Kita mencontoh dan meneladani Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail yang rela memenuhi perintah Allah SWT,” ujar Musriadi lebih lanjut.

Dengan dukungan jemaah dan panitia, pelaksanaan Idul Adha di Masjid Agung Babussalam tahun ini berlangsung khidmat sekaligus menjadi wujud nyata semangat berbagi dan toleransi di Mimika. (*)