DAERAH  

Panglima Kodam Cenderawasih Ajak Tokoh Papua Bersinergi Siapkan Generasi Emas 2045

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM saat coffee morning bersama tokoh adat, agama, masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah di Aula Makorem 172/Praja Wira Yakti, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (26/5). Foto: Istimewa

ABEPURA, ODIYAIWUU.com — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Selasa (26/5) membuka kegiatan coffee morning bersama tokoh adat, agama, masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah di Aula Makorem 172/Praja Wira Yakti, Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Coffee morning bertajuk Menyiapkan Generasi Muda Papua dalam rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045 tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk membangun kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Papua yang unggul, berkarakter, sehat, dan berdaya saing global.

Menurut Febriel Sikumbang, masa depan Papua sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bersatu menghadapi berbagai tantangan sosial dan pendidikan yang masih terjadi di tanah Papua.

“Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing, menjaga, dan menyiapkan mereka agar mampu bersaing menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Febriel di Abepura, Jayapura, Papua, Selasa (26/5).

Febriel juga menambahkan, masih terdapat berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama. Mulai dari keterbatasan akses pendidikan di sejumlah wilayah hingga tantangan moral dan sosial di kalangan generasi muda. Misalnya, penyalahgunaan minuman keras, narkoba, dan pergaulan yang tidak sesuai dengan nilai budaya Papua.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, namun butuh keterlibatan seluruh komponen Masyarakat. Mulai dari tokoh adat dan agama, akademisi, hingga pemerintah daerah.

“Melalui coffee morning ini, kami berharap lahir ide-ide konstruktif dan langkah nyata yang dapat menjadi solusi bersama demi menciptakan generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Febriel.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh antusias. Para tokoh adat, tokoh agama, serta akademisi yang hadir turut menyampaikan berbagai pandangan dan masukan terkait pembangunan manusia Papua, khususnya di bidang pendidikan, karakter generasi muda, serta penguatan nilai budaya lokal.

Sejumlah peserta juga mengapresiasi inisiatif Kodam Cenderawasih yang membuka ruang komunikasi dan dialog bersama masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin guna memperkuat sinergi dan mencegah berkembangnya isu-isu negatif di tengah masyarakat.

Dalam acara tersebut, hadir juga Ketua MRP Nerlince Wamuar, SE, M.Pd; Kabinda Papua Brigjen TNI Dedi Hardoyo, SIP; Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana SH; dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, S.Sos, MM.

Selain itu, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Pendeta Alberth Yoku; dan Wakil Rektor III Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Bonefasius Bao, SIP, MA.

Berikut, tokoh agama Islam sekaligus Ketua PWNU Papua Dr KH Tony Wanggai; Ketua Program Studi Keuangan Perbankan Kampus STIE Port Numbay Fachri Basaleh, SE, MM; tokoh Agama Katolik Pastor John Jonga Pr; para kepala suku, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. (*)