TIMIKA, ODIYAIWUU.com – Wakil Bupati Kabupaten Mimika Emanuel Kemong menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan melakukan peninjauan terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mimika.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk memastikan seluruh dapur mematuhi standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkab juga turun langsung ke lapangan guna memantau proses penyediaan makanan hingga pelayanan kepada para siswa penerima manfaat.
“Ini lagi bulan puasa. Nanti setelah Idul Fitri kami bersama Satgas akan meninjau setiap dapur SPPG yang menjalankan program ini,” ujar Emanuel Kemong yang juga Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Nasional Mimika di Timika, Papua Tengah, Kamis (5/3).
Emanuel mengatakan, peninjauan tersebut bertujuan memastikan seluruh proses penyediaan makanan bergizi dilakukan sesuai standar BGN. “Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian, pemerintah daerah tidak segan memberikan sanksi,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 18 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Timika dan melayani Program MBG di sekolah-sekolah mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun demikian, pelaksanaan program MBG masih fokus di wilayah perkotaan.
Pemkab Mimika memastikan akan memperluas jangkauan program tersebut ke wilayah pesisir dan pegunungan Mimika. “Di Mimika pelayanan MBG masih di wilayah kota. Untuk wilayah pesisir dan pegunungan belum dilaksanakan. Kami pastikan di kota berjalan baik dulu, selanjutnya baru bergeser ke pesisir dan pegunungan,” ujar Emanuel.
Menurut Emanuel, tim Satgas juga akan turun langsung ke wilayah pesisir dan pegunungan untuk berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) sehingga agar Program MBG dapat dijalankan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal warga.
Selain melakukan pengawasan dapur SPPG, lanjut Emanuel, Pemkab Mimika juga akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah penerima manfaat Program MBG.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak.
“Kami juga akan bertemu langsung dengan siswa penerima manfaat untuk melihat apakah pemberian MBG ini sudah sesuai standar dan apakah kebutuhan gizi mereka benar-benar terpenuhi selama hampir satu tahun program berjalan,” ujar Emanuel. (*)










