TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah Kombes Pol Jeremias Rontini, SIK, M.Si, Kamis (26/2) meminta perusahaan pencari emas ilegal pemicu konflik Kapiraya segera angkat kaki dari wilayah itu.
“(Perusahaan pencari emas di wilayah Kapiraya) itu ilegal, makannya saya perintahkan keluar. Tidak ada ijin keluar,” ujar Kapolda Rontini kepada wartawan di Markas Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Papua Tengah.
Menurut Rontini, dengan adanya perusahaan dan menggunakan alat berat yang memicu kerusuhan di Kapiraya. “Dengan masuknya alat sedikit membuat kericuhan itu bahasanya masyarakat. Maka kita minta alat berat ditarik keluar karena memicu konflik dari pandangan kedua belah pihak,” katanya.
Rontini mengungkapkan, sebelum adanya perusahaan dan alat berat masyarakat disana hidup berdampingan dan melakukan pekerjaan pendulangan.
“Sebelum ada alat berat masuk mereka mendulang dan hidup berdampingan. Setelah alat berat keluar Kita duduk bersama masyarakat maunya seperti apa,” ujarnya.
Rontini menambahkan, ia akan menuju Kapiraya pada Jumat (27/2) untuk memantau situasi. “Besok saya kesana memantau situasi, kami sudah berkoordinasi dengan Pemda. Mari kita jaga Mimika dan Papua Tengah tetap kondusif,” kata Rontini. (*)










