JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Tokoh masyarakat Papua Paskalis Kossay menyambut baik kehadiran Universitas Katolik (Unika) Fajar Timur di bumi Cenderawasih. Kerinduan memiliki universitas Katolik sudah lama dirindukan Gereja secara kelembagaan maupun umat di tanah Papua.
Karena itu, kehadiran Unika Fajar Timur diharapkan tetap dalam spirit menciptakan calon pemimpin sekaligus pemikir sebagai persembahan bagi masyarakat tanah Papua dan dunia.
Sejauh ini, lembaga-lembaga pendidikan di bawah asuhan yayasan pendidikan Katolik berperan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mengabdi di berbagai bidang di tengah masyarakat tanah Papua bahkan masyarakat global.
“Sejak lama sudah kita idam-idamkan kehadiran sebuah Universitas Katolik di tanah Papua. Tuhan sungguh Ajaib menjawab doa dan kerinduan umat Katolik. Bertepatan dengan Misa Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura pada Minggu (8/2) kemarin, Bapa Uskup Mgr Yan You, Pr meluncurkan Unika Fajar Timur,” ujar Paskalis Kossay di Jayapura, Papua, Senin (9/2).
Menurut Paskalis, tokoh awam Katolik dan mantan anggota Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, peluncuran (launching) Unika Fajar Timur merupakan sejarah baru.
Prosesi peluncuran Unika Fajar Timur berlangsung di Istora Papua Bangkit, Kampung Harapan Kabupaten Jayapura, maha karya yang lahir era kepemimpinan Gubernur Papua sekaligus tokoh kultural mendiang Lukas Enembe.
“Pendirian Unversitas Katolik di tanah Papua, kata Paskalis, tokoh Kerasulan Awan (Kerawam) Keuskupan Jayapura, sesungguhnya sudah lama diperjuangkan oleh kaum awam Katolik, namun selalu terbentur oleh restu hirarki gereja Katolik terutama restu para uskup regio Papua.
“Setelah Bapa Uskup Yan You dikukuhkan menjadi Uskup Keuskupan Jayapura harapan umat Katolik menghadirkan sebuah Universitas Katolik mulai menemui titik terang. Beliau secara resmi meluncurkan kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur,” kata Paskalis.
Kehadiran universitas Katolik itu buah doa dan kerinduan serta cita-cita umat Katolik Papua memiliki sebuah Universitas Katolik untuk menjawab tantangan iman dan pelayanan sosial gerejawi di tanah Papua. Universitas itu juga diharapkan mencetak calon pemimpin bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kehadiran universitas Katolik ini secara fundamental akan menunjukkan wajah gereja sesungguhnya dalam upaya menjaga iman, tradisi intelektual, dan pengabdian kepada umat dan masyarakat,” ujar Paskalis.
Identitas ini, lanjut Paskalis, tidak sekadar terlihat dari simbol fisik, tetapi harus tertanam dalam visi dan misi lembaga yang berakar pada ajaran gereja Katolik, lebih menanamkan integrasi iman dan ilmu.
“Tradisi intelektual Katolik lebih mendasar pada aspek akademik, dimana penelitian dan pengajaran tidak bertentangan dengan ajaran iman. Karena itu, Unika Fajar Timur tetap berpijak dan berakar pada nilai-nilai Injili, fokus pada misi pelayanan dan keadilan sosial gereja Katolik di tengah masyarakat Papua,” ujar Paskalis.
Menurutnya, Unika Fajar Timur sungguh hadir sebagai jawaban Misi Gereja Katolik mencetak sumber daya manusia (SDM) Papua dalam meneruskan misi pelayanan gereja dalam berbagai bidang kehidupan. Baik bidang sosial, ekonomi, politik dan hukum, terlebih dalam Upaya membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan bagi kaum lemah dan terpinggirkan serta kaum tak bersuara.
“Kita semua doakan agar Unika Fajar Timur hadir sebagai matahari, fajar di tengah kegelapan yang ditaburi aneka masalah sosial, ekonomi, hukum keamanan dan HAM,” ujar Paskalis.
Bahkan lebih dari itu, kata Paskalis, universitas ini diharapkan menjadi dian yang tak pernah redup, memantulkan cahaya kemuliaan Tuhan kepada semua umat tanpa memandang suku, agama, ras, dan antargolongan.
“Selamat datang Universitas Katolik Fajar Timur, semoga menjadi Fajar kebenaran dan keadilan bagi seluruh umat Allah di tanah Papua. Terima kasih, Bapa Uskup Jayapura beserta para Uskup regio Papua, para imam, biarawan serta biarawati dan tokoh awam serta yang bergandengan tangan melahirkan kampus bernafaskan iman Katolik ini,” ujar Paskalis. (*)










