Warga Masyarakat Distrik Kembru di Kabupaten Puncak Mengungsi ke Hutan Akibat Operasi Militer

Masyarakat Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah saat mengungsi ke hutan menyusul serangan yang diduga dilakukan aparat TNI di Pos Timobut, Puncak sejak pekan ketiga Januari 2026. Foto: Istimewa

ILAGA, ODIYAIWUU.com — Masyarakat Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, kini mengungsi ke sejumlah distrik seperti Distrik Sinak dan Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya. Langkah itu ditempuh menyusul serangan yang diduga dilakukan aparat TNI di Pos Timobut, Puncak.

“Masyarakat dari sejumlah kampung di Distrik Kembru memilih mengungsi sejak peristiwa penembakan dari Pos TNI Timobut menggunakan drone mulai Kamis, 22 Januari lalu” ujar Yosua Walia, warga Kampung Kembru, Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Kamis (5/2).

Menurut Yosua Walia, serangan itu diduga dilakukan aparat keamanan sejak pekan ketiga Januari karena pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kalenak Murib masuk di Distrik Kembru.

Akibat serangan tersebut, warga masyarakat sempat bertahan. Namun, menurut Yosua Walia, warga mengaku mendapat informasi akan terjadi serangan susulan di Kembru yang mengancam keselamatannya sehingga mereka disarankan mengungsi ke Distrik Sinak.

“Sejak tanggal 22 hingga 31 Januari terjadi serangan. Karena itu, pada Minggu (1/2) masyarakat Distrik Kembru yang berjumlah tujuh kampung, warga empat kampung yaitu Kampumg Kembru, Makuma, Nilime, dan Tenoti mengungsi ke Distrik Yambi,” kata Yosua Walia.

Sedangkan warga tiga kampung masing-masing Kampung Abuit dan sebagian lainnya mengungsi ke Distrik Sinak. Sebagian warga Kampung Belaba, Molu, dan Aguit diperkirakan mengungsi ke hutan demi menghindari keselamatan nyawa mereka.

“Warga masuk ke hutan mencari tempat yang lebih aman namun hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kondisi masyarakat terutama anak-anak dikhawatirkan berpotensi terancam keselamatannya saat bertahan di pengungsian di hutan,” ujar Yosua Walia. (*)