Kadiv Humas Polri Johni Isir: Wartawan Berperan Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia Irjen Pol Jhonny Edison Isir, SIK, MTCP. Foto: Istimewa

BOGOR, ODIYAIWUU.com — Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Republik Indonesia Irjen Pol Jhonny Edison Isir, SIK, MTCP, Sabtu (31/1) berada di Pusat Pendidikan (Pusdik) Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia, Rumpin, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Jhonny Edison Isir  bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pimpinan media massa saat berlangsung Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Pusdik Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Johni, mantan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, yang baru didapuk sebagai Kadiv Humas Polri, memperkenalkan diri sekaligus menyapa para wartawan yang mengikuti kegiatan retret.

Dalamm suasana penuh keakraban, peraih Adhimakayasa Akpol 1996 ini berdiskusi langsung dengan insan pers mengenai peran strategis media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Johni, putra asli Papua, mengapresiasi kerja jurnalistik yang selama ini dijalankan para wartawan dalam membangun narasi publik serta mengedukasi masyarakat melalui karya-karya jurnalistik yang konstruktif.

“Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Johnny Isir melalui keterangan tertulis yang diterima dari Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/2).

Johni juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai bagian dari amanat konstitusi dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum.

“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers merupakan salah satu pilar utama. Kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” ujar Johni.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika jurnalistik.

“Namun kebebasan pers juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” kata Johni.

Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan emakin memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers dalam menjaga ruang publik yang sehat, informatif serta mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi di Indonesia. (*)