Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung Sebut Natal REI Dorong Kepedulian Sosial dan Ekologis

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Jeane Marie Tulung bersama anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) saat Perayaan Natal Bersama di Jakarta, Jumat (30/1). Foto: Istimewa

JAKARTA, ODIYAIWUU.com —  Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia Jeane Marie Tulung menegaskan, Perayaan Natal Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menjadi momentum mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.

Jeane Marie Tulung menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal bertema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dengan sub tema Natal REI Peduli Sesama dan Bumi yang diselenggarakan REI di Jakarta, Jumat (30/1)

Menurut Jeane Marie Tulung, tema dan sub tema tersebut mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Imanuel, Allah yang hadir dan menyertai manusia dalam seluruh aspek kehidupan.

“Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi juga sebagai panggilan untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata dalam kehidupan sosial, kemanusiaan, dan ekologis,” ujar Jeane Marie Tulung kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/1).

Jeane Marie Tulung menekankan bahwa semangat Natal harus diwujudkan dalam aksi solidaritas dan kepedulian, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Dirjen mengapresiasi penggalangan donasi yang dilakukan dalam rangkaian Perayaan Natal REI sebagai bentuk nyata iman yang diwujudkan melalui kasih dan pelayanan kemanusiaan.

Jeane Marie Tulung menjelaskan, Kementerian Agama terus mendorong penguatan layanan keagamaan berdampak. Layanan keagamaan dipahami tidak hanya sebagai aktivitas ritual, tetapi juga sebagai kekuatan transformasi sosial yang berkontribusi pada penguatan kerukunan, keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam kerangka tersebut, katanya, Kementerian Agama mengembangkan pendekatan ekoteologi, yaitu integrasi nilai-nilai keimanan dengan tanggung jawab ekologis. Ia menilai REI memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi ekoteologi melalui pembangunan perumahan dan real estat yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial.

“Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap martabat manusia. REI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” ujar Jeane Marie Tulung.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan lembaga filantropi keagamaan Kristen. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga filantropi, dan komunitas gereja berpotensi menghadirkan dampak sosial yang transformatif dan berkelanjutan.

Jeane Marie Tulung menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atas komitmennya dalam mengintegrasikan nilai keimanan dengan kepedulian sosial dan ekologis. Ia berharap perayaan Natal REI menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata umat beragama dalam pembangunan bangsa. (*)