KUPANG, ODIYAIWUU.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Sabtu (10/1) tiba di rumah duka Almarhum Praka Satria Tino Taopan di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Pulau Timor.
Kedatangan Gubernur Laka Lena di kediaman orangtua Almarhum Satria Taopan untuk melayat sekaligus menyampaikan doa dan ungkapan duka cita serta penghormatan atas pengorbanan prajurit TNI asal NTT. Suasana haru menyelimuti tenda duka.
Praka Satria Taopan, anggota Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 100/Prajurit Setia Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Kamis (8/1) gugur saat menjalankan tugas negara di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Almarhum bertugas hampir satu tahun di wilayah Papua Pegunungan dan pernah pula menjadi anggota pasukan perdamaian Garuda Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo, Afrika Bagian Tengah
Kehilangan ini begitu berat bagi keluarga. Ayah Almarhum, Dominggus Taopan masih sulit percaya anaknya telah dipanggil Tuhan, sang Sabda. “Saat itu saya tidak percaya, karena saya yakin anak saya tidak apa-apa. Temannya menangis terus bilang, ‘Bapak, saya dengan Satria satu Batalyon sama-sama dari Kupang, tapi dia tidak ada lagi’. Begitu kata teman anak saya,” ujar Dominggus dengan suara bergetar.
Sebelum gugur, kata Dominggus, keluarga sempat mengirim pesan kepada Satria. Namun, pesan itu tak sempat dibalas. Kabar duka akhirnya diterima dari salah satu rekan satu Batalyonnya, yang juga berasal dari Kupang. Jenazah Satria kemudian dievakuasi ke pos dan menunggu helikopter untuk dibawa ke kampung halamannya di tanah Timor.
Gubernur Laka Lena atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Satria Taopan. “Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan,” kata Laka Lena.
Praka Satria Taopan kini meninggalkan kenangan sebagai putra terbaik tanah Flobamora, yang rela mengorbankan nyawanya demi negara. Keberanian dan pengabdiannya akan selalu dikenang di hati rakyat Nusa Tenggara Timur. (*)










