Gubernur Mathius Fakhiri dan Bupati John Rettob Lakukan RUPS Bersama PT Papua Divestasi Mandiri

Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri bersama Bupati Mimika Johannes Rettob saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pengelolaan dana 10 persen saham PT Freeport Indonesia bersama jajaran Komisaris dan Direksi PT Papua Divestasi Mandiri di Jayapura, Papua, Rabu (26/11). Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika selaku pengelola dana 10 persen saham PT Freeport Indonesia, Rabu (26/11) melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama PT Papua Divestasi Mandiri (PDM) di Kantor Gubernur Papua.

Dalam RUPS ini, Pemprov Papua diwakili Gubernur Mathius Derek Fakhir dan Bupati Johannes Rettob mewakili Pemkab Mimika. Sedangkan PT PDM dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Utama Yohan Songgonau bersama beberapa komisaris dan direksi.

Gubernur Papua Mathius Fakhiri usai pertemuan mengatakan, ia bersama Bupati Mimika ingin mendapatkan penjelasan dari PT PDM terkait apa yang mereka sudah kerjakan selama dua tahun terakhir.

“Ini kan bentuk dari pertanggungjawaban komisaris dan direksi tentang langkah-langkah, tindaklanjut deviden yang ada di PTFI yang selama ini kita kerja sama,” ujar Gubernur Fakhiri melalui keterangan yang diperoleh di Jayapura, Papua, Kamis (27/11).

Menurut Fakhiri, dalam RUPS tersebut, pihak Pemprov Papua maupun Pemkab Mimika telah mendapatkan penjelasan sehingga diharapkan tahun depan dilakukan evaluasi karena ada beberapa direksi yang sakit dan sudah mengundurkan diri.

“Kami berharap direksi dan komisaris yang ada di Papua Divestasi Mandiri ini bisa bekerja maksimal untuk mengejar deviden yang menjadi tugas mereka sehingga apa yang sudah diupayakan ini bisa mendapat jawaban yang baik,” kata Fakhiri, mantan Kapolda Papua.

Sementara itu Bupati Mimika John Rettob menambahkan, dalam RUPS tersebut telah dibuat beberapa kesepakatan dalam rangka bagaimana bisa mencapai kebersamaan secara khusus kepemilikan saham Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika.

“Saya harap apa yang kita usahakan ini bisa menjadi sesuatu yang luar biasa untuk masyarakat di Papua secara keseluruhan,” ujar John Rettob. (*)