DAERAH  

Aparat Polres Jayapura Bubarkan Massa KNPB di BTN Matoa Pasca Aksi Sweeping Terhadap Warga

Aparat Kepolisan Resor Jayapura saat membubarkan massa Komite Nasional Papua Barat yang menggelar aksi di Kompleks BTN Matoa Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (6/12). Foto: Istimewa

SENTANI, ODIYAIWUU.com — Aparat Kepolisan Resor (Polres) Jayapura, Sabtu (6/12) mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menggelar aksi di Kompleks BTN Matoa Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Tindakan Polres Jayapura membubarkan aksi dilakukan setelah kelompok tersebut membawa bendera KNPB, sweeping terhadap warga, pungutan liar serta pengrusakan dan penganiayaan terhadap personel kepolisian yang sedang bertugas.

Kejadian bermula saat personel melakukan monitoring pergerakan massa Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan KNPB yang hendak mengikuti peringatan HUT ke-ULMWP di Gelanggang Olahraga Sekolah Tinggi Teologia Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Stakin Sentani.

Pada pukul 09.30 WIT massa KNPB merampas dan membanting handphone milik anggota yang sedang melakukan pemantauan. Sementara pada pukul 09.49 WIT anggota lainnya mengalami penganiayaan saat melintas di Jalan Matoa.

Kedua korban berhasil melarikan diri dari kepungan massa dan melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. Tidak lama kemudian, informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa kelompok KNPB di BTN Matoa juga melakukan aksi sweeping identitas, pemeriksaan handphone serta pungli terhadap warga yang melintas.

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, SIK mengatakan, menyikapi situasi tersebut pihaknya memerintahkan personil yang siaga untuk mengambil langkah langkah represif.

“Personil gabungan Polres Jayapura, Dalmas Polda Papua, dan Satuan Brimob menuju lokasi kejadian. Sesampainya di BTN Matoa, petugas memberikan himbauan agar massa membubarkan diri karena kegiatan tersebut tidak berizin dan mengganggu kamtibmas,” kata Umar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (6/12).

Namun setelah lebih dari 15 menit, kata Umar, massa tidak mengindahkan himbauan dan justru melakukan perlawanan. Personel kemudian mengambil tindakan Kepolisian secara tegas, profesional, dan terukur untuk membubarkan massa. Dalam waktu sekitar 10 menit, situasi berhasil dikendalikan dan massa dipukul mundur.

Petugas juga mengamankan enam simpatisan KNPB. Salah satunya merupakan pelaku pengrusakan handphone milik anggota. Para terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut.

Umar menegaskan, tindakan aparat kepolisian dilakukan sesuai prosedur serta tidak menimbulkan korban dari pihak masyarakat. Tindakan tegas dan terukur dilakukan karena massa telah melakukan aksi yang meresahkan masyarakat.

“Tindakan kami ambil karena massa melakukan sweeping, pungli, penganiayaan terhadap personel, dan massa membawa bendera KNPB. Situasi saat ini sudah kembali kondusif dan proses hukum terhadap para pelaku tetap berjalan,” ujar Umar. (*)