DAERAH  

Komandan Kodim Biak Numfor Marsen Sinaga Silaturahmi dengan Tokoh Adat di Biak Kota

Komandan Distrik Militer (Kodim) 1708/Biak Numfor Letkol Inf Marsen Sinaga, S.Hub.Int, M.Han saat kunjungan dan silaturahmi dengan para tokoh adat, mananwir di wilayah Biak Kota bertempat di kediaman mananwir Er Rumaropen Yunus Rumaropen di bilangan Dolok, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (22/5). Foto: Istimewa

Loading

BIAK KOTA, ODIYAIWUU.com — Komandan Distrik Militer (Kodim) 1708/Biak Numfor Letkol Inf Marsen Sinaga, S.Hub.Int, M.Han, Kamis (22/5) melakukan kunjungan kerja sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan para tokoh adat, mananwir di wilayah Biak Kota bertempat di kediaman mananwir Er Rumaropen Yunus Rumaropen di bilangan Dolok, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Kunjungan dan silaturahmi itu juga dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Biak. Marsen mengaku, sebagai anak adat yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal ia hadir bukan sekadar bersilaturahmi.

“Saya juga ingin berdialog langsung untuk mendengar masukan dari para mananwir. Silaturahmi ini juga terkait meningkatnya kasus kriminalitas yang melibatkan anak-anak muda seperti penjambretan dan begal yang belakangan cukup meresahkan warga Biak Kota,” ujar Marsen Sinaga melalui keterangan tertulis dari Biak Kota, Biak Numfor, Papua, Jumat (23/5).

Menurut Marsen, sebagai anak adat, ia memandang penting menjalin tali silaturahmi untuk mendengarkan pandangan dan saran dari para tokoh adat. Perjumpaan dan duduk bersama guna mencari jalan keluar, solusi terbaik mengingat masalah kamtibmas adalah tanggung jawab bersama semua pihak, stakeholder, termasuk para mananwir.

Marsen menegaskan, situasi yang tengah berkembang belakangan tidak mencerminkan ciri, jati diri masyarakat Biak Numfor. Ia malah menolak bila Bian Numfor dilabeli sebagai kabupaten atau wilayah kriminal. Pasalnya, Biak Numfor adalah tanah damai yang kaya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal (local wisdom).

“Saya tidak ingin Kabupaten Biak Numfor dikenal luas karena memiliki angka kriminalitas tinggi. Saya percaya Biak Numfor adalah tempat yang aman, masyarakatnya ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budayanya,” ujar Marsen.

Dalam kesempatan tersebut, Marsen juga menyampaikan beberapa langkah konkret untuk menekan angka kriminalitas di kalangan generasi muda. Salah satunya adalah pembinaan melalui kegiatan positif seperti olahraga dan dialog yang mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

“Kita ingin anak-anak kita punya masa depan yang cerah. Mereka harus diarahkan ke jalur yang produktif, bukan dibiarkan berjalan sendiri lalu terjebak dan hanyut dalam pergaulan bebas yang merugikan dirinya dan keluarga,” ujar Marsen.

Selain itu, ia juga menyoroti akar permasalahan yang menjadi pemicu meningkatnya angka kriminalitas. Misalnya, minimnya perhatian keluarga, pengaruh lingkungan serta keterlibatan dalam penyalahgunaan miras, lem aibon hingga narkotika jenis ganja.

“Semua pihak harus ambil bagian dan tidak hanya aparat. Keluarga, gereja, dan tokoh masyarakat juga memiliki andil besar membantu tumbuh kembangnya generasi muda. Karena itu, aneka masalah sosial yang berpotensi merusak generasi muda harus dicegah sejak dini,” kata Marsen.

Sementara itu, mananwir Er Manaku Pendeta Abraham Manaku, SH, S.Th mengusulkan agar segera dibangun rumah singgah. Keberadaan rumah singgah ini sebagai tempat perlindungan sekaligus pembinaan karakter dan rohani anak-anak muda yang kurang mendapatkan pengawasan keluarga.

“Rumah singgah bisa jadi ruang aman untuk membina mereka agar tidak jatuh ke hal-hal negatif,” kata Pendeta Abraham Manaku.

Mananwir Er Korwa Yosep Korwa dalam silaturahmi itu mengusulkan agar perlu diberlakukan jam malam bagi anak-anak muda di setiap wilayah adat. Ia juga mendorong majelis gereja untuk berperan aktif memberikan himbauan tentang pentingnya hidup tertib dan bertanggung jawab.

“Ini bukan pembatasan, melainkan bentuk perlindungan terhadap generasi kita agar tidak terjerumus ke pengaruh-pengaruh negatif,” ujar Yosep Korwa.

Di akhir kunjungan tersebut, Marsen menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas keterbukaan para mananwir selama diskusi serta menyatukan pikiran dan masukan demi kebaikan bersama.

“Saya bangga bisa bertatap muka langsung dengan para mananwir. Mari kita jaga kekompakan. Jika ada permasalahan, jangan ragu sampaikan kepada para Babinsa kami. Kita selesaikan bersama,” ujar Marsen. (*)