DAERAH  

Ibadah Baptisan Selam, Perjamuan Kudus, dan Ibadah Syukuran di Gereja GIDI Ebenhaezer Karubaga

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos saat mengikuti acara Baptisan Selam yang dirangkai Perjamuan Kudus dan Ibadah Syukuran di Gereja Injili Di Indonesia (GIDI Ebenhaezer Karubaga, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (1/3). Foto: Yigibalom Nay

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Gereja Injili Di Indonesia (GIDI Ebenhaezer Karubaga, Minggu (1/3) melaksanakan Baptisan Selam yang dirangkai Perjamuan Kudus dan Ibadah Syukuran atas kepercayaan yang diberikan Tuhan melalui Pemerintah Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Gembala Jemaat GIDI Ebenhaezer Karubaga Yakob Yikwa, S.Th dalam kesemoatan tersebut menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melayani umat Tuhan sebagai gembala jemaat.

Yakob Yikwa menjelaskan, pelaksanaan sakramen baptisan tersebut merupakan yang ketiga kali di Jemaat Ebenhaezer. Biasanya, program pembaptisan dilaksanakan secara terstruktur, mulai dari tingkat wilayah, klasis hingga jemaat. Namun kali ini terjadi secara spontanitas oleh dorongan Roh Kudus, di mana Tuhan sendiri yang menggerakkan jiwa-jiwa untuk dibaptis.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang berlatar belakang Muslim dengan orangtua yang berbeda keyakinan (ibu Kristen dan ayah Muslim) yang dengan kesadaran sendiri menyatakan pertobatan kemudian menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Sebelum dibaptis, yang bersangkutan telah melalui pembekalan dan pembinaan agar memahami makna baptisan serta komitmen menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Selain itu, gereja juga membaptis anak-anak binaan Jemaat Ebenhaezer. Secara keseluruhan, terdapat enam orang yang menerima baptisan. Gembala jemaat berharap baptisan ini menjadi langkah awal dalam perjalanan iman mereka.

Gembala Jemaat menegaskan, proses pertumbuhan rohani memerlukan pembinaan yang berkelanjutan, sehingga menjadi tanggung jawab gembala dan seluruh majelis untuk membimbing anak-anak dan pemuda agar semakin dewasa dalam iman.

Ibadah pada hari itu juga dirangkai Perjamuan Kudus dan Ibadah Syukuran atas diterimanya Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) dari Pemerintah Daerah Tolikara kepada jemaat GIDI Ebenhaezer yang dipercayakan memimpin di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tolikara. Karena itu, gembala jemaat mengajak seluruh jemaat untuk menaikkan syukur atas kesempatan pelayanan dan pekerjaan yang Tuhan percayakan.

Dalam pesannya, gembala jemaat mengutip firman Tuhan dari Kitab Efesus 2:8 yang menyatakan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah semata, bukan hasil usaha manusia, sehingga tidak seorang pun dapat memegahkan diri. Ia menegaskan, setiap orang yang telah diselamatkan dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik sesuai dengan rencana Tuhan.

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan itu sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tolikara mewujudkan Tolikara sebagai kota religi atau kota kerohanian.

“Injil pertama kali diterima oleh orang tua terdahulu sebelum kemudian diberitakan ke berbagai wilayah, baik ke barat, timur, selatan maupun utara. Oleh sebab itu, semangat membangun Tolikara sesuai visi kami Terwujudnya Tolikara yang Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil dan Sejahtera,” kata Willem Wandik.

Willem juga menambahkan, terkait musibah kebakaran yang terjadi di Karubaga, pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak membangun rumah sebelum proses penataan kembali dilakukan. Pemerintah akan memfasilitasi warga terdampak, baik Nasrani maupun Muslim dan melakukan relokasi ke beberapa lokasi yang telah disiapkan.

“Penataan kembali aset-aset gereja di beberapa wilayah seperti Karubaga, Bokondini, Wunin, Kanggime, Kembu, dan Taipe sangat penting agar tertib dan sesuai peruntukannya,” kata Willem, mantan anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua.

Selain itu, Willem menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kabupaten Tolikara wajib tinggal di daerah tersebut. ASN tidak diperkenankan hanya bekerja di Tolikara sementara keluarga tinggal di luar daerah. Pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan rumah dinas yang telah dibangun agar para ASN menetap di Tolikara.

“Kehadiran ASN di daerah akan memberikan dampak nyata terhadap percepatan perputaran ekonomi. Selama ini, mama-mama yang berjualan di pasar sering kekurangan pembeli. Kalau semua ASN dan masyarakat tinggal di Tolikara roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Willem. (Yigibalom Nay)