MERAUKE, ODIYAIWUU.com — Yujin Butiop, anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisas Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Papua Selatan, Minggu (12/7) menyerahkan diri di Pos Perbatasan RI–Papua Nugini lalu kembali ke pangkuan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Langkah Butip, anak buah TPNPB-OPM Papua Selatan pimpinan Marius Murib, kembali dalam dekapan Ibu Pertiwi diambil berkat pendekatan humanis yang dilakukan personel TNI di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Langkah itu juga terjadi setelah melalui komunikasi persuasif dan dialog yang dibangun secara berkelanjutan. Butip memilih mendatangi Pos TNI sebagai bentuk kepercayaan terhadap upaya penyelesaian secara damai.
Butiop diketahui menetap di Kampung Kuem, Papua Nugini. Ia datang ke Pos TNI memenuhi komitmen yang sebelumnya telah dibangun bersama para personel TNI yang bertugas di tapal batas RI-Papua Nugini.
Kedatangannya bukan sekadar menyerahkan satu pucuk senjata rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora. Namun, simbol tumbuhnya kepercayaan terhadap pendekatan yang mengedepankan dialog dan nilai-nilai kemanusiaan.
Setibanya di pos, Butiop disambut secara baik dan penuh penghormatan untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Personel Satgas memilih membangun komunikasi yang hangat sehingga seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan bermartabat.
Di balik peristiwa tersebut tersimpan kisah seorang ayah yang menginginkan masa depan lebih baik bagi keluarganya. Butiop memiliki empat anak dan berharap mereka dapat memperoleh pendidikan yang layak, termasuk anak keduanya yang diharapkan bisa terus bersekolah dengan fasilitas yang lebih baik.
Harapan itu menjadi pengingat bahwa di balik dinamika keamanan di wilayah perbatasan, setiap orang tua memiliki keinginan yang sama, yakni melihat anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, damai, sehat, dan memiliki kesempatan meraih cita-cita.
Sebagai bentuk kepedulian, personel Koops TNI Habema turut menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bukti kehadiran negara bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil komunikasi yang dibangun secara konsisten dengan mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berharap langkah seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita yang masih berada di luar untuk kembali menatap masa depan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wirya Arthadiguna.
Menurut Wirya Arthadiguna, TNI akan terus hadir melalui dialog, pembinaan teritorial, dan berbagai upaya membantu masyarakat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Ia meyakini bahwa perdamaian yang dibangun melalui kepercayaan dan kepedulian akan melahirkan harapan bagi generasi yang akan datang.
“Kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dengan merangkul masyarakat, mendengarkan aspirasi serta membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi,” kata Wirya Arthadiguna.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa saling percaya, membuka ruang dialog dan mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di wilayah perbatasan. (*)










