DAERAH  

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini Amakan Puluhan Tanaman Ganja di Waris

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nuguni Statis Batalyon Infanteri (Yonif) 643/Wanara Sakti Koops TNI Habema saat menemukan dan mengamankan puluhan batang tanaman ganja dalam patroli keamanan gabungan di wilayah perbatasan, Rabu (3/6). Foto: Istimewa

ARSO, ODIYAIWUU.com — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nuguni Statis Batalyon Infanteri (Yonif) 643/Wanara Sakti (Wns) Koops TNI Habema, Rabu (3/6) berhasil menemukan dan mengamankan puluhan batang tanaman ganja dalam patroli keamanan gabungan di wilayah perbatasan Papua.

Patroli keamanan gabungan tersebut dilaksanakan bersama Satgas Prayudha dan Satgas Ketapang di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Komandan Pos (Danpos) Waris Satgas Yonif Wanara Sakti Letda Inf Tampin Huido Siahaan memimpin langsung patroli bersama 15 personel. Dalam pelaksanaan penyisiran kawasan hutan, tim patroli menemukan sebuah ladang ganja ilegal yang ditanam secara tersembunyi di area hutan.

“Dari hasil temuan tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 20 batang tanaman ganja dengan berbagai ukuran, mulai dari tanaman kecil, sedang hingga tanaman yang telah mencapai tinggi sekitar dua meter dan diduga siap panen,” ujar Tampin Huido Siahaan di Jayapura, Papua, Kamis (4/6).

Penemuan ini, kata Tampin Huido Siahaan, menjadi bagian dari upaya TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah peredaran narkotika di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Komandan Satgas Yonif Yonif Wanara Sakti Letkol Inf Adhi Sumarno, mengapresiasi kinerja seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

Adhi Sumarno menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberantas segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika di wilayah tugas.

“Penemuan ladang ganja ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan dan komitmen kami dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat Papua dari bahaya laten narkotika. Kami tidak akan tinggal diam melihat barang haram ini merusak masa depan generasi muda di perbatasan Papua,” kata Adhi Sumarno.

Seluruh tanaman ganja yang ditemukan selanjutnya diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, aparat masih melakukan pendalaman guna mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan ladang ganja tersebut.

Penemuan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan aparat keamanan dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbagai ancaman, termasuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang dapat mengganggu keamanan serta masa depan generasi muda Papua. (*)