MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dogiyai dr Maria Clara Giyai, M.Kes mengajak warga masyarakat, khususnya pemilik hak ulayat dari marga Goo dan Tebai ambil dalam percepatan pembangunan peningkatan kelas RSUD Type C yang akan dibangun di Dogiyai tahun 2027.
“Pembangunan RSUD Type C bukan sekadar program daerah, tetapi hadiah langsung Presiden Bapak Prabowo Subianto. Dukungan ini penting mengingat RSUD Dogiyai terpilih menjadi salah satu dari 66 lokus nasional dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win,” ujar dr Maria Giyai di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (28/4).
Menurut dr Maria, program prioritas tersebut merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025-2029, khusus menaikkan kelas RSUD dari Type D (Pratama) menjadi Type C. Selain itu, oleh karena lokasi rumah sakit tersebut berada di atas tanah ulayat marga Goo dan Tebai ia meminta dukungan nyata kedua marga ini.
“Saya memohon dukungan dari pihak pemilik hak ulayat marga Goo dan Tebai dengan cara menjaga keadaan dan ketertiban di lokasi. Jangan sampai ada gangguan yang menghambat proses perampungan pembangunan fisik rumah sakit,” kata dr Maria Giyai, mantan Direktur RSUD Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.
Menurut dr Maria Giyai, warga pemilik tanah ulayat menjadi pelindung utama proyek strategis ini dan memastikan para pekerja dan material aman dari gangguan apapun. Ia juga memohon doa restu agar peletakan batu pertama hingga tahap penyelesaian berjalan lancar.
Maria Giyai menjelaskan, dari 66 RSUD seluruh Indonesia yang naik kelas saat ini, RSUD Pratama Dogiyai adalah salah satu rumah sakit daerah yang terpilih di wilayah Papua Tengah. Rumah sakit ini akan menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Keterlibatan Dogiyai dalam Program Quick Win Bapak Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kabupaten ini menjadi prioritas nasional dalam peta jalan, roadmap kesehatan di Indonesia. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan,” kata dr Maria, dokter asli tanah Papua dari Papua Tengah.
Menurut dr Maria Giyai, dengan perubahan kelas menjadi RSUD Type C warga Dogiyai tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dan mahal ke Timika dan Nabire atau Jayapura untuk penanganan medis tingkat menengah.
“Puji Tuhan. Kabupaten Dogiyai mendapat manfaat dari Program Quick Win Bapak Presiden. Mari kita jaga bersama sebagai amanah berharga dari Tuhan dan perhatian Presiden serta Kementerian Kesehatan untuk melayani masyarakat yang membutuhan pelayanan kesehatan,” kata dr Maria Giyai.
PHTC adalah program yang merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T) serta daerah lainnya melalui peningkatan kapasitas dan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). PHTC ini merupakan salah satu dari tiga program prioritas yang harus dijalankan Kementerian Kesehatan.
Program ini merupakan inisiatif Presiden sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Salah satu bentuknya adalah membangun rumah sakit lengkap berkualitas di daerah dengan meningkatkan kualitas rumah sakit Type D menjadi Type C sesuai Arah Pembangunan Kesehatan 2025-2029.
“Program PHTC bertujuan untuk mempercepat peningkatan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang membutuhkan. Fokus utama adalah pada peningkatan infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya manusia di rumah sakit daerah,” Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dalam laman resmi, keslan.kemkes.go.id dan dikutip di Jakarta, Rabu (29/4).
Program PHTC atau Quick Win adalah langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain.
Tujuan PHTC adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, peningkatan kapasitas dan kualitas RSUD, peningkatan akses layanan kesehatan di daerah 3T, dan peningkatan kelas RSUD dalam rangka mencapai visi bersama: Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas. (*)










