Tokoh Asal Pulau Sumba Lende Mere Nahkodai Kembali Ikatan Keluarga Flobamora NTT Kota Sorong

Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) Kota Sorong Martinus Lende Mere saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) IX IKF NTT Kota Sorong di Aula Gereja Katolik Yohanes Pembaptis, KM 14, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (17/2). Foto: Istimewa

KOTA SORONG, ODIYAIWUU.com — Tokoh masyarakat asal Pulau Sumba Martinus Lende Mere, Selasa (17/2) dipercaya menahkodai Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya masa kepengurusan 2026-2031.

Lende Mere terpilih kembali aklamasi sebagai ketua dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-IX IKF NTT Kota Sorong yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Yohanes Pembaptis, KM 14, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Lende Mere dalam sambutannya berharap kerja sama semua tungku dan organisasi sayap demi kemajuan organisasi. IKF NTT Kota Sorong merupakan wadah organisasi masyarakat dari Pulau Flores, Sumba, Timor, Lembata, Adonara, Solor, Lembata, Sabu, Raijua, Semau, dan pulau-pulau lainnya (Flobamora) yang berdomisili di Kota Sorong.

“Mari semua bergandeng tangan guna melihat warga kita di Sorong ini. Saya juga mengajak kita semua bergandengan tangan untuk ambil bagian membantu pemerintah menyukseskan berbagai program pembangunan di Kota Sorong dan Papua Barat Daya umumnya demi kemajuan masyarakat dan daerah,” katanya.

Lende Mere menambahkan, setelah didapuk memimpin kembali IKF NTT Kota Sorong ia juga berharap agar proses pelantikan kepengurusan baru yang diadwalkan terjadi Minggu (15/3) berjalan lancar.

Kepengurusan baru yang akan masuk dalam struktur diharapkan pula bekerja sama memajukan organisasi sehingga menjadi wadaf efektif dan berdaya guna. Kemajuan organisasi sangat ditentukan kerja sama dalam semangat persaudaraan di rantau.

Ketua Tim Formatur Edmundus Klau dalam laporannya mengatakan, Mubes IX bertujuan memilih Ketua Umum IKF NTT Kota Sorong Masa Bakti 2026-2031.

“Mubes terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu sosialisasi penjaringan dan figur bakal calon ketua umum kepada seluruh pemangku kepentingan pada 16 Oktober-10 November 2025,” ujar Edmundus, tokoh asal Kabupaten Belu, Pulau Timor.

Setelah itu, pengembalian formulir pendaftaran/formulir pengusulan pada Selasa-Jumat (11-14/11). Pada Sabtu-Minggu (15-16/11) merupakan jadwal verifikasi formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas, dilanjutkan pengumuman bakal calon (sementara) ketua umum pada Senin (17/11).

Kemudian, pada Selasa-Minggu (18-23/11) tahapan masa sanggah atau perbaikan berkas lalu pengumuman bakal calon ketua umum pada Senin (24/11). “Hingga batas akhir yang ditetapkan, tim formatur tidak menerima pendaftar (bakal calon) sesuai mekanisme yang ditetapkan,” kata Edmundus.

Oleh sebab itu, lanjut Etmundus, tim formatur kemudian beraudiensi dengan para Ketua Tungku pada Minggu (18/1). Forum audiensi menyepakati batas akhir penjaringan dan atau pendaftaran pada Sabtu (31/1). “Hingga batas akhir, tim formatur menerima satu bundel berkas pendaftaran saja (calon tunggal),” kata Edmundus. (*)