Presiden Saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila: Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong

Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (1/6). Sumber foto: screenshot YouTube GarudaTV

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Senin (1/6) memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat.

Presiden mengatakan, sebagai insan bertaqwa kita tak henti-henti memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Besar yang memiliki sekalian alam, atas karunia, kesehatan, dan kedamaian yang diberikan kepada kita sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat bersejarah ini untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

Menurut Kepala Negara, hari ini kita semua, rakyat Indonesia, memperingati 81 tahun Hari Lahir Pancasila. 81 tahun lalu Bung Karno berdiri di hadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar, yang kemudian menjadi dasar dan falsafah negara Republik Indonesia.

“Pancasila lahir bukan dari ruang kosong. Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri,” ujar Presiden Prabowo melalui livestreaming GarudaTV dari Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta, Selasa (1/6).

Prabowo menambahkan, Pancasila adalah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa.

Karena itu, lanjut Kepala Negara, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia memiliki makna yang sangat mendalam. Di tengah dunia yang terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolotik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh yaitu Pancasila.

Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional.

Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai nilai-nilai Pancasila. Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan-kelemahan, kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh tetapi apakah pertumbuhan itu sudah merata, sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita adalah salah satu produsen terbesar, komoditas-komoditas yang dibutuhkan dunia modern, yang dibutuhkan oleh teknologi tinggi.

Selain itu, lanjut Prabowo, kita salah satu produsen terbesar, mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam, kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas pertanian lainnya yang sangat penting.

Prabowo juga mengatakan, Indonesia harus berani membuat keputusan demi kepentingan rakyat banyak. Bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit.

“Kita harus berani membela rakyat kita. Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran dan kemandirian. Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Karena sesungguhnya tidak ada bangsa lain yang akan kasihan dengan kita.

“Banyak pihak, banyak negara yang mengatakan Indonesia tidak bisa utuh, Indonesia tidak bisa bertahan karena terlalu banyak perbedaan, terlalu banyak suku bangsa, terlalu banyak bahasa daerah, terlalu banyak adat berbeda,” ujar Prabowo.

Namun, pandangan pihak luar tersebut terbantahkan karena Indonesia masih kokoh berdiri. Menurutnya, Indonesia harus terus teguh memegang dan menjalankan nilai-nilai dari Pancasila.

“Saya yakin ketika Pancasila secara sungguh-sungguh, di bidang politik, di bidang hukum, sosial, budaya, dan terutama di bidang ekonomi. Saya yakin Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju dan Makmur. Indonesia akan menjadi bangsa yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain karena rakyatnya sejahtera,” katanya.

Menurutnya, bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya, bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia, bangsa yang tidak minta-bangsa bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa lain.

Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk mengamalkan Pancasila. Ia juga mengajak seluruh pihak di pemerintahan untuk merefleksikan kondisi Indonesia di momen Hari Lahir Pancasila 2026.

“Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan beberapa dasawarsa terakhir, namun dampaknya belum merata dan adil bagi seluruh rakyat. Mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” kata Prabowo.

Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Maruf Amin, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Selain itu, hadir juga Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri ESDM Bahli Lahadalia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti hingga para Menteri Kabinet Merah Putih lainnya.(*)