DAERAH  

Pihak Kodam Cenderawasih Sebut Masih Selidiki Insiden Penyerangan Pos PT KEL di Nabire

Suasana pos jaga milik PT Kristalin Eka Lestari di Bendungan Kali Musairo, Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah saat dibakar, Sabtu, (21/2). Sumber foto TribunPapuaTengah.com/Calvin Erari, Rabu, 25 Februari 2026

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Pihak Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih menyampaikan klarifikasi perihal insiden penyerangan dan pembakaran pos yang terjadi di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (21/2).

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, SIP menegaskan, lokasi yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos TNI, melainkan pos keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL). Pos tersebut sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai Pos Palang karena posisinya terletak di luar wilayah Perusahaan itu.

“Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan,” ujar Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto, SIP kepada wartawan di Jayapura, Papua, Selasa (25/2).

Tri Purwanto menjelaskan, dalam peristiwa tersebut dua orang dilaporkan menjadi korban. Salah satunya, anggota TNI yaitu Serda Hamdani yang merupakan anggota Deninteldam Cenderawasih. Saat itu, Hamdani Tengah melaksanakan tugas monitoring wilayah di Nabire.

Selain Hamdani, ada juga Aksay Sandika Moho, seorang warga sipil yang merupakan karyawan PT KEL. Keduanya disebut menjadi korban dalam aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Tri Purwanto lebih lanjut.

Tri menambahkan, jenazah salah satu korban telah dikenali oleh pihak keluarganya karena memiliki tanda khusus di bagian mulut. Khusus untuk jenasah Hamdani, telah diberangkatkan pada Senin (23/2) untuk proses pemakaman di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros,” ujar Tri. Sedangkan terkait informasi adanya senjata yang dirampas dalam kejadian tersebut, sebut Tri, pihak Kodam Cenderawasih masih melakukan investigasi lebih lanjut.  Hal ini (investigasi masih dilakukan) mengingat kondisi lokasi kejadian yang telah habis terbakar sehingga memerlukan pendalaman lebih detail.

“Saat ini masih dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut,” ujar Tri.

Saat ini, aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku. (*)