SENTANI, ODIYAIWUU.com — Polres Jayapura melalui Polsek Sentani Kota bergerak cepat merespons peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan Kantor Panti Asuhan Kerahiman Hawai Sentani di Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (29/7) siang.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mil melalui Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus ICK, SH mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.25 WIT. Personel Polsek Sentani Kota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses penanganan kebakaran bersama instansi terkait.
Kepala Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani Suster Alexia Eva, DSY mengatakan, saat kejadian ia sedang berada di ruang kantor ketika mendengar teriakan meminta tolong dari arah belakang bangunan, tepatnya di area dapur.
“Setelah keluar dari ruangan, saya melihat kobaran api telah membesar dari bagian belakang kantor. Saya kemudian berlari keluar sambil meminta bantuan warga sekitar dan anak-anak panti untuk bersama-sama berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,” ujar Suster Eva.
Tak lama berselang, warga sekitar bersama penghuni panti berupaya melakukan pemadaman awal sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 13.40 WIT, unit pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Jayapura tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Secara bertahap, beberapa unit tambahan pemadam kebakaran kembali dikerahkan hingga api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.57 WIT.
Dalam proses penanganan kejadian tersebut, personel Polsek Sentani Kota yang dipimpin Bintara Intelijen Polsek Sentani Kota Aiptu Benhan Queljoe untuk mengamankan area kebakaran dan mendukung proses evakuasi serta penanganan di tempat kejadian perkara.
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak tiga unit bangunan Kantor Panti Asuhan Kerahiman Hawai Sentani hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar. Beruntung, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Usai api berhasil dipadamkan, personel kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian berupa menerima laporan, mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, memasang garis polisi (police line), membantu proses evakuasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Bernadus menjelaskan, hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik. Namun, kepastian penyebab baru dapat disimpulkan setelah seluruh proses penyelidikan dan olah TKP selesai dilakukan oleh penyidik.
Selain itu, kondisi bangunan kantor yang sebagian besar menggunakan material kayu dan tripleks diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh bangunan.
Berdasarkan hasil awal di lapangan, titik awal api diketahui berasal dari area dapur yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kebakaran.
Bernadus juga mengimbau seluruh pengelola panti asuhan, lembaga pendidikan maupun fasilitas pelayanan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan melakukan pemeriksaan rutin instalasi Listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan.
Selain itu, menyusun standar operasional prosedur keadaan darurat serta melaksanakan simulasi evakuasi secara berkala. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian maupun korban jiwa apabila terjadi keadaan darurat serupa di kemudian hari.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan oleh Polres Jayapura masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. (*)










