KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Pegiat literasi, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Sepi Wanimbo, Selasa (19/1) menyambangi SMP Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili (YPPGI) Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Kehadiran Sepi tidak hanya untuk menyerahkan buku karyanya dan serta buku dan kamus karya penulis putra asli Papua Papua Pegunungan. Kehadiran Sepi juga sekaligus memberikan edukasi terkait literasi, dan motivasi kepada para murid di sekolah yang bernaung di bawah yayasan pendidikan Kristen tersebut.
“Saya mengunjungi SMP YPPGI, Selasa (20/1) untuk menyerahkan buku karyanya saya serta buku dan kamus karya Withen Kolago. Buku karya saya bertema kebudayaan Suku Lanny. Sedangkan buku Matematika dan kamus karya Withen juga ditulis dalam Bahasa Lanny,” ujar Sepi Wanimbo dari Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (21/1).
Dalam kunjungan tersebut, Sepi didampingi langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tolikara Remain Gurik dan Kepala Seksi Kurikulum Rudi Hartono.
“Selain menyerahkan buku saya sekaligus memanfaatkan waktu memberikan semangat terkait pentingnya literasi dan memotivasi anak-para pelajar agar membaca dan terus berlatih menulis menjadi kebutuhan di tengah tantangan kemajuan informasi dan teknologi,” kata Sepi.
Kepala SMP YPPGI Karubaga Nelly Estri Tandilembang, S.Pd dalam kesematan itu memberikan apresiasi atas dukungan Sepi dan Withen dari karya intelektualnya sebagai persembahan terindah bagi proses pembentukan kualitas SDM anak-anak dan adik-adiknya yang sedang menempuh pendidikan di sekolah itu.
“Kami SMP YPPGI Karubaga sudah dan sedang berlangsung mengajar Bahasa Lanny Wone, dengan bahan materi seadanya, tapi dengan adanya buku ini akan membantu tenaga mengajar sudah terus mendidik siswa dan siswi SMP YPPGI Karubaga,” katanya.
Remain Gurik juga memberikan dukungan dan apresiasi kepada penulis. Buku tersebut menjadi referensi utama dalam proses pembelajaran Bahasa Lanny di sekolah sekolah-sekolah.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Pendidikan Tolikara mengambil komitmen untuk mendorong payung hukum mengatur tentang kebudayaan Suku Lanny diajarkan di setiap sekolah di wilayah Tolikara masuk pelajaran muatan local, mulok,” ujar Remain.
Sedangkan Sepi mengatakan, ia menulis buku agar tradisi dan kebudayaan Suku Lanny tetap terawat dalam jejak literasi. Jangan sampai kebudayaan lokal hilang atau tergilas dari perkembangan teknologi informasi.
“Saat ini ada tujuh bahasa daerah atau bahasa ibu di Papua yang hilang. Nah, pengalaman itu jangan sampai terjadi atau menimpa masyarakat Suku Lanny di Papua Pegunungan,” ujar Sepi.
Sepi juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pihak sekolah dan pimpinan dari Dinas Pendidikan Tolikara. Ia berharap agar ke depan Tolikara menjadi tolak ukur kabupaten tetangga seperti Lanny Jaya, Puncak Jaya, Memberamo Tengah, Puncak, dan Jayawijaya. (*)










