TIGI BARAT, ODIYAIWUU.com — Umat Paroki Santo Yosep Wagomani, Dekanat Tigi, Keuskupan Timika merasa bersyukur atas terselenggaranya peluncuran (launching) buku Sejarah Misi Katolik di Debei di Wagomani, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Senin (16/2).
Peluncuran buku tersebut mengutip situs resmi Keuskupan Timika, keuskupantimika.org, menjadi momen iman bersejarah bagi umat Katolik Wagomani dan Dekanat Tigi.
Peluncuran buku karya penulis sekaligus umat Katolik putra asli Papua Selpius Bobii dan Yanto Pigome, sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan Allah yang telah bertumbuh dan berbuah di tanah Debei melalui pelayanan para misionaris dan perintis gereja dan pendidikan.
Dalam momen kunjungan Uskup Keuskupan Timika Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA di Paroki Wagomani Senin-Selasa (16-17/2), Pastor Penanggung Jawab Paroki Santu Yosep Wagomani Diakon Damianus Nakapa bersama umat menyiapkan tiga kegiatan penting di antaranya pemberkatan pastoran, penerimaan Sakramen Krisma dan peluncuran buku Sejarah Misi Katolik Di Debei.
Pada kegiatan peluncuran buku tersebut Uskup Bernardus memberi kesempatan kepada Dekan Dekanat Tigi Pastor Damianus YAW Adii, Pr untuk menyampaikan sambutan. Dalam kesempatan itu, hadir juga Kepala Distrik Tigi Barat Servandus Bobii, SIP, Pengurus Paroki Wagomani, para pengurus paroki se-Dekanat Tigi, umat, dan tamu undangan.
Buku karya Bobii dan Pigome tersebut menguraikan sejarah awal perjalanan gereja dan pendidikan di wilayah Debei, termasuk kedatangan misionaris Pastor Herman Henry Anthon Maria Tillemans, MSC. Pastor Tillemans adalah misionaris perintis karya karya misi di daerah tersebut. Kehadiran para misionaris menjadi fondasi pertumbuhan iman umat, pendidikan, dan sosial umat.
“Sejarah Gereja adalah bagian dari sejarah keselamatan. Untuk itu sangat penting menghidupkan pendidikan di wilayah Debei sebab hanya melalui pendidikan perubahan akan terjadi,” ujar Pastor Damianus Adii.
Pastor Adii menambahkan, penulisan sejarah gereja di wilayah Debei menjadi contoh bagi paroki-paroki tua yang belum ada buku sejarah gereja secara tertulis. Karena itu, ujarnya, buku ini menjadi referensi bagi generasi mendatang muda gereja yang ingin belajar sejarah dan perkembangan gereja.
Peluncuran buku dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan kedua penulis serta doa. Melalui buku tersebut umat juga diajak semakin mencintai gereja dan menghargai perjalanan panjang Misi Katolik yang telah membentuk identitas iman di Debei.
Melalui penerbitan buku Sejarah Misi Katolik di Debei, Paroki Santo Yosep Wagomani diharapkan pula generasi muda semakin memahami tantangan dan semangat para perintis gereja sehingga menjadi inspirasi dalam membangun gereja pada masa dan masa akan datang. (Dami N Debey)










