OPINI  

Kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur

Paskalis Kossay, S.Pd, MM, Tokoh Awam Katolik Papua; Mantan Anggota DPR RI. Sumber foto: antaranews.com,Selasa,3 Mei 2011

Oleh Paskalis Kossay, S.Pd, MM

Tokoh Awam Katolik Papua; Mantan Anggota DPR RI

UNIVERSITAS Katolik (Unika) Fajar Timur selanjutnya Unika Fajar Timur, Minggu (8/2) secara resmi diumumkan Uskup Keuskupan Jayapua Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr bertepatan Misa Kudus Penutupan Pelaksanaan Sinode Keuskupan Jayapura di Stadion Papua Bangkit, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

Pelaksanaan sinode itu sendiri berlangsung selama satu pekan dari Senin-Minggu (2-8/2). Pelaksanaan sinode telah pula merumuskan visi, misi, dan arah dasar Gereja Katolik Keuskupan Jayapura dalam 15 tahun ke depan. Kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur merupakan wujud konkrit visi dan misi Gereja Katolik Keuskupan Jayapura dalam sinode bertema Mewujudkan Gereja Misioner yang Mandiri, Partisipatif, Solider dan Terlibat di Tengah Masyarakat.

Dari visi besar itu diuraikan lebih lanjut dalam misi sebagai berikut. Pertama, meningkatkan kemandirian gereja (iman, daya, dan dana). Kedua, mendorong partisipasi aktif seluruh umat dalam hidup menggereja. Ketiga, meningkatkan solidaritas dan keterlibatan sosial ditengah Masyarakat. Keempat, mengevaluasi dan merumuskan arah pastoral gereja yang kontekstual (Papua).

Menjawab Kerinduan Umat

Bila direnungkan sejenak, kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur di tanah Papua bukan sekadar wujud nyata dari Misi Gereja Katolik yang dirumuskan dalam Sinode Keuskupan Jayapura. Berikut kehadiran sebuah perguruan tinggi (PT) di bumi Cenderawasih bernafas Katolik untuk terlibat aktif ikut mendorng lahirnya sumber daya manusia (SDM) bukan sekadar berperan aktif dalam pawai pembangunan.

Namun, lebih dari itu, kehadiran perguruan tinggi itu sekaligus menjawab kerinduan kolektif umat Katolik Papua memiliki sebuah universitas Katolik di dalam sejarah perjalanan ziarah umat Katolik tanah Papua. Dalam sejarah perjalanan pembangunan tanah Papua, disadari atau tidak banyak lahir pemimpin lokal dalam lingkup gereja Katolik bahkan di luar Katolik dari rahim pendidikan berbasis Katolik.

Oleh karena itu masyarakat Papua khususnya umat Katolik melihat kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur penting dibaca lebih lanjut dalam sejumlah aspek. Pertama, meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda tanah Papua bukan hanya dalam internal gereja Katolik tetapi di luar gereja Katolik.

Kedua, membangun mental dan spiritual umat Katolik dan umat beragama lain. Sejarah membuktikan, kehadiran lembaga pendidikan Katolik mulai dari Tingkat dasar hingga perguruan tinggi dikenal karena disiplin dan kualitas lulusan yang dengan mudah mengabdi di berbagai bidang kehidupan, khususnya di tanah Papua.

Ketiga, kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur juga dalam kerangka memamusiakan manusia. Upaya ini tentu bukan sekadar menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan yang disediakan negara serta lembaga-lembaga keagamaan lain.

Upaya memanusiakan manusia bukan sekadar penting tetapi juga menjadi kebutuhan sehingga Pendidikan menjadi salah satu jalan sunyi merawat peradaban umat manusia di atas tanah Papua. Langkah tersebut bukan sekadar menjadi tanggung jawab personal tetapi tugas kolektif semua pihak yang berkehendak baik, termasuk Gereja Katolik di tanah Papua.

Tak berlebihan Universitas Katolik Fajar Timur diharapkan berperan strategis sebagai laboratorium mencetak sumber daya manusia (SDM) Papua dalam pengembangan misi gereja di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan. Universitas Katolik kebanggaan ini juga diharapkan menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas, terjangkau, dan berakar nilai- nilai Kristiani serta budaya lokal Papua.

Mencerdaskan Generasi Muda

Tentu, ada pertanyaan menarik lainnya ialah apa urgensi kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur bagi umat Katolik khususnya di keuskupan-keuskupan regio Papua? Begitu pula apakah kehadiran universitas berbasis Katolik ini sungguh menjawab kerinduan pemerintah dan umat beragama di tanah Papua dalam mempersiapkan generasi muda di tengah situasi yang kian mengglobal?

Jawaban atas pertanyaan itu tentu beragam. Namun, paling kurang dapat disebutkan beberapa di antaranya. Pertama, kehadiran universitas itu dalam rangka meningkatkan kualitas SDM sekaligus ambil bagian bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat tanah Papua.

Kedua, menghadirkan pendidikan yang berorientasi memanusiakan manusia menjadi manusia seutuhnya sebagaimana disebutkan di atas. Tugas dan tanggung jawab besar ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah tetapi semua stakeholder, termasuk gereja Katolik.

Ketiga, kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur membentuk kepridian yang jujur, dan bertanggung jawab. Pemimpin masa depan Papua dengan kualitas mumpuni menjadi dambaan. Oleh karena itu, kehadiran universitas ini diharapkan menjadi pintu masuk efektif. Kampus ini juga diharapkan tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembentukan spiritual dan karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai kasih dari Tuhan, sang sumber Kasih.

Kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur di kota Jayapura tentu sangat membantu menjangkau wilayah terpencil dan pesisir, sejalan dengan tujuan otonomi khusus Papua untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Kehadiran Universitas Katolik Fajar Timur merupakan perubahan nomenklatur Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur. Perubahan ini menandai era baru, di mana pendidikan iman dan ilmu pengetahuan menyatu untuk menjawab kebutuhan membangun daerah.

Dalam operasionalnya, universitas ini tidak berdiri sendiri secara eksklusif namun lebih inklusif dan kolaboratif bekerja sama dengan universitas lain dalam pengembangan misi perguruan tinggi Katolik lainnya seperti Universitas Katolik Atma Jaya untuk memperkuat mutu pendidikan serta menyediakan pendampingan bagi mahasiswa.

Dengan pola pendidikan yang khas Katolik, Universitas Katolik Fajar Timur diharapkan mampu melahirkan generasi Papua yang unggul, beriman, dan mandiri. Filosofi dasar pendidikan gereja Katolik adalah pendidikan yang berkarakteristik holistik, berpusat pada pribadi Yesus Kristus dan bertujuan membangun iman serta berkarakter Kristiani (kasih, kejujuran, disiplin) berdasarkan ajaran sosial Gereja.

Pola pendidikan seperti ini harus dijabarkan secara terencana, berkelanjutan, dan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai Injil, membentuk manusia yang beriman, berkhlak, dan bermoral serta membawa kebaikan umum (bonum commune) di tengah masyarakat yang heterogen. Semoga Universitas Katolik Fajar Timur menjadi fajar doa dan harapan dari tanah Papua di tengah dunia.