ENAROTALI, ODIYAIWUU.com — Empat warga Distrik Baya Biru dinyatakan positif terpapar HIV/AIDS berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Paniai Beny Degei menjelaskan, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari skrining intensif terhadap warga selama Senin-Selasa (8-9/12) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baya Biru, Paniai.
“Pemeriksaan awal kami lakukan terhadap sekitar 80 wanita pekerja seks, WPS di Baya Biru untuk mendeteksi penyakit menular, khususnya HIV/AIDS,” ujar Beny Degei di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Rabu (14/1).
Menurut Beny Degei, temuan tersebut menjadi perhatian penting pemerintah daerah, mengingat Baya Biru merupakan wilayah dengan mobilitas sosial yang cukup tinggi. Kondisi itu berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular jika tidak ditangani dengan cepat dan terukur.
Beny menambahkan, deteksi dini menjadi langkah krusial untuk mencegah penularan yang lebih luas. Deteksi juga penting guna memastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat melalui fasilitas kesehatan resmi.
“HIV/AIDS tidak bisa ditangani secara sembarangan. Penanganannya harus melalui layanan kesehatan yang memiliki kompetensi dan standar medis, guna melindungi organ tubuh seperti ginjal, pankreas, dan sistem kekebalan tubuh,” ujar Beny.
Beny mengatakan, sejalan dengan Program Prioritas Bupati Paniai Yampit Nawipa, Dinas Kesehatan terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan Puskesmas dan rumah sakit, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, serta memastikan ketersediaan obat dan layanan kesehatan yang mudah diakses.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Paniai,” kata Beny lebih lanjut.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut tidak sekadar menekan angka penularan HIV/AIDS tetapi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. (*)










