SARMI, ODIYAIWUU.com — Naas menimpa Benyamin Singgum (51), warga Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Singgum, seorang petani kecil, tewas di tangan pelaku berinisial MS (22) dan ZK (23).
Benyamin Singgum ditemukan meregang nyawa pada Kamis (11/1) sekitar pukul 15.15 WIT setelah dianiaya secara brutal pelaku di Jalur 9, Kampung Mawes Mukti SP 6, Distrik Bonggo, Sarmi. Isu suanggi alias ilmu hitam menghebohkan warga Bonggo dan sekitarnya.
Singgum mengalami luka serius. Luka robek di lengan, kepala, dan luka tusuk di bagian punggung diduga menjadi penyebab utama nyawa korban tak terselamatkan.
Berdasarkan penyelidikan awal, kejadian bermula saat sekelompok pemuda dari Kampung Mawesday mendatangi rumah Singgum. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menganiaya Singgum di kediamannya hingga korban tak berdaya.
Menerima laporan warga, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bonggo, Polres Sarmi, bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan situasi.
Gerak cepat aparat Polsek Bonggo membuahkan hasil. Dalam waktu singkat, aparat berhasil mengamankan terduga pelaku utama, MS (22) dan ZK (23). Polisi juga membawa dua orang saksi ke Mapolsek Bonggo guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, aksi kekerasan yang menimpa Singgum dipicu isu suanggi atau tuduhan ilmu hitam yang dialamatkan kepada korban.
Isu yang tidak dapat dibuktikan itu memicu amarah pelaku hingga berujung pada tindakan main hakim sendiri. (*)










