DAERAH  

Pangdam Cenderawasih Febriel Pimpin Alih Kodal Yonif TP, Perkuat Kesiapan Satuan di Papua

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM saat memimpin Upacara Alih Kodal satuan jajaran Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan Kodam Cenderawasih di Lapangan Upacara Makodam Cenderawasih, Jayapura, Papua, Jumat (25/9). Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Jumat (25/9) memimpin Upacara Alih Kodal satuan jajaran Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) Kodam Cenderawasih di Lapangan Upacara Makodam Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk mendukung pembangunan kekuatan pertahanan yang lebih efektif dan efisien di wilayah Papua. Upacara diikuti sekitar 300 peserta dan melibatkan unsur satuan jajaran Kodam Cenderawasih.

Dalam kegiatan tersebut, Pangdam Febriel Sikumbang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Mayor Inf Dinary Bagus Farera, S.T.Han, MHI selaku Wadan Yonif TP 810/Bemare bertindak sebagai perwira upacara, dan Letkol Inf Iskandar, SE, M.Tr.Mil selaku Danyon TP 810/Bemare bertindak sebagai komandan upacara.

Rangkaian upacara ditandai dengan pembacaan surat petikan, penyerahan Tunggul Batalyon Infanteri serta penandatanganan berita acara alih Kodal. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penataan komando dan pengendalian satuan Yonif Teritorial Pembangunan di lingkungan Kodam Cenderawasih.

Dalam alih Kodal tersebut, Yonif TP 815/WGT yang sebelumnya berada di bawah kendali Korem 172/PWY dialihkan di bawah kendali Brigif TP 80/Kurare. Sementara itu, Yonif TP 858/MSB, Yonif TP 859/RBK, dan Yonif TP 860/NSK yang sebelumnya berada di bawah kendali Brigif TP 82/WKB dialihkan di bawah kendali Korem 172/PWY.

Penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyesuaikan struktur komando dengan kebutuhan organisasi dan tugas satuan di wilayah Papua. Dengan pembagian kendali yang lebih sesuai, pembinaan satuan dan personel diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terarah sesuai karakteristik wilayah dan tuntutan tugas masing-masing.

Alih Kodal juga berkaitan dengan upaya meningkatkan efektivitas koordinasi serta pengendalian satuan. Kejelasan hubungan komando menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan pelaksanaan tugas, pembinaan personel dan kesiapan operasional berjalan secara terintegrasi.

Bagi jajaran Yonif Teritorial Pembangunan, penataan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan profesionalisme dan kemampuan adaptasi prajurit dalam melaksanakan tugas. Hal ini menjadi penting mengingat satuan-satuan tersebut memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan pembangunan di wilayah Papua.

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP menjelaskan, alih Kodal merupakan bagian dari penataan organisasi yang diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dan pembinaan satuan.

“Penyesuaian hubungan komando tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas sesuai wilayah dan tanggung jawabnya,” ujar Tri.

Tri menambahkan, optimalisasi pembinaan personel dan satuan menjadi salah satu bagian penting dari pelaksanaan alih Kodal. Dengan struktur komando yang lebih sesuai, koordinasi di tingkat satuan diharapkan semakin efektif sehingga dapat menunjang profesionalisme, kesiapan operasional dan kemampuan adaptasi prajurit dalam menghadapi dinamika tugas di Papua.

Upacara tersebut dihadiri juga Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana, SH; Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sukamdi, SIP; Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi; Danrindam Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma ZR, SE, M.Si, M.Han; para Asisten Kasdam serta para perwira, bintara dan tamtama Kodam Cenderawasih.

Melalui alih kodal tersebut, Kodam Cenderawasih terus melakukan penataan organisasi dan memperkuat sistem pembinaan satuan agar mampu menjawab kebutuhan tugas di wilayah Papua.

Penataan komando diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme, kesiapan operasional dan kemampuan satuan dalam melaksanakan tugas secara efektif, terukur dan bertanggung jawab. (*)