DAERAH  

Warga Minta Kontraktor Diperiksa Buntut Dugaan Kualitas Proyek Pagar Bandara Wamena Menurun

Pagar Bandara Wamena yang dibiayai dengan dana bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2025 rusak dan menuai sorotan masyarakat. Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Proyek pembangunan pagar Bandara Wamena yang dibiayai dengan dana bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan masyarakat.

Warga menduga kualitas pekerjaan menurun dan mendesak aparat penegak hukum memeriksa kontraktor pelaksana serta konsultan pengawas. Pasalnya, pagar yang berada di area ujung Bandara Wamena dinilai tidak memenuhi standar spesifikasi teknis.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu fungsi pagar sebagai pembatas sekaligus pengaman kawasan operasional bandara. Meski proyek tersebut telah selesai dikerjakan, sebagian dinding pagar dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Beberapa bagian tembok terlihat jebol dan berlubang meski bangunan belum lama diserahterimakan.

Kerusakan yang muncul dalam waktu singkat memicu dugaan adanya penyimpangan dalam proses pelaksanaan proyek. Masyarakat menilai kualitas material bangunan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak pekerjaan.

“Kami menduga dari sisi konstruksinya, baik bahan bangunan, pasir, semen, maupun besi tidak sesuai spesifikasi. Hal itu terlihat jelas dari kualitas campuran materialnya,” ujar Kenius, warga Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (16/7).

Menurut Kenius, kemungkinan ada oknum masyarakat yang membobol pagar memang tidak dapat diabaikan. Namun, apabila kualitas konstruksi sesuai standar, tembok tidak semestinya mudah rusak.

“Kalau kualitas bangunannya sesuai spesifikasi, dinding pagar tidak akan mudah dijebol. Bisa saja campuran semennya kurang sehingga sangat mudah dirobohkan,” kata Kenius lebih lanjut.

Berdasarkan data yang diperoleh, adanya sejumlah tambalan semen pada beberapa bagian pagar yang sebelumnya mengalami kerusakan. Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan masyarakat mengenai rendahnya kualitas pekerjaan.

Warga menilai, kerusakan yang terjadi sebelum bangunan berusia satu tahun patut menjadi perhatian serius karena berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan daerah apabila pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai kontrak.

Masyarakat meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, segera melakukan audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Pemeriksaan diminta menyasar kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas.

“Belum cukup setahun sudah rusak. Kami mendesak penegak hukum segera memanggil, memeriksa, dan mengaudit kontraktor serta pengawas pekerjaan ini. Jika bobot pekerjaannya tidak sesuai kontrak, tentu berpotensi merugikan keuangan negara,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi proyek pagar Bandara Wamena tersebut. (*)