Catatan Setahun Kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda di Kabupaten Tolikara

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si. Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Kamis (20/2/2025) resmi melantik Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Duet pemimpin yang popular dengan Will-Yon dilantik Kepala Negara bersama ratusan kepala daerah seluruh Indonesia. Pelantikan duet pemimpin di Tanah Injil Tolikara merupakan momentum bersejarah mengingat proses pelantikan dilakukan serentak di Istana Negara sejak Indonesia merdeka.

“Pelantikan serentak ini momentum bersejarah dalam praktik kita berbangsa dan bernegara, baru pertama kali sejak Indonesia merdeka, seluruh kepala daerah dilantik oleh Presiden di Istana Negara. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami peserta terpilih dan dilantik langsung Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bupati Willem Wandik kepada wartawan usai acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolikara Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA mengatakan, duet kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda, Sabtu (21/2) genap setahun perjalanan pengabdiannya sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

“Dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH., M.Si, Pemerintah Kabupaten Tolikara telah menunjukkan langkah kerja yang terarah, terukur, dan konsisten dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Yosua Noak Douw di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (21/2).

Menurut Yosua, arah kebijakan pembangunan tersebut dilaksanakan selaras dengan Visi Kabupaten Tolikara, yaitu Terwujudnya Tolikara yang Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil dan Sejahtera sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tolikara Tahun 2025–2029.

“Visi ini kemudian dijabarkan ke dalam kebijakan pembangunan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur dasar, pelestarian lingkungan hidup berbasis nilai-nilai adat, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat dari kampung hingga kota sebagai wujud pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yosua.

Dalam implementasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan sistem pemerintahan, penguatan pelayanan publik, peningkatan kapasitas aparatur serta pemberdayaan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

Sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat, catatan kinerja ini disusun secara sistematis dan terstruktur untuk mendokumentasikan berbagai program perencanaan, pelaksanaan pembangunan, penguatan kelembagaan serta kerja-kerja strategis Bupati Tolikara dan Wakil Bupati dalam satu tahun masa kepemimpinan, termasuk Program Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2025–2026.

Dokumen ini, ujar Yosua, menjadi bahan publikasi dan perhatian bersama, sekaligus refleksi kinerja pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tolikara.

“Lebih dari itu, catatan ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam memperkuat komitmen pembangunan daerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong partisipasi bersama dalam membangun Tolikara yang lebih maju dan bermartabat,” kata Yosua, doktor lulusan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua.

Yosua menguraikan capaian setahun kinerja Bupati Tolikara Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda sebagai berikut.

Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)

Pertama, pelaksanaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dirangkaikan dengan Musrenbang Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2025 dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat untuk penyusunan RKPD dan RAP Otsus Tahun 2026.

Kedua, penyelenggaraan konsultasi publik dan Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tolikara Tahun 2025–2029 guna menjaring aspirasi masyarakat sebagai dasar penyusunan dokumen RPJMD.

Ketiga, penyusunan RKPD Tahun 2026 sebagai dasar penyusunan KUA, PPAS, dan APBD Tahun 2026. Keempat, penyusunan Perubahan RKPD Tahun 2025 sebagai dasar penyusunan KUA Perubahan, PPAS Perubahan, dan APBD Perubahan Tahun 2025.

Kelima, penyusunan RAP OTSUS Tahun 2026 sebagai dasar penganggaran APBD sumber dana Otsus Tahun 2026. Keenam, penyusunan RPJMD Kabupaten Tolikara Tahun 2025–2029 sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah ke dalam sasaran dan program prioritas.

Ketujuh, fasilitasi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2025–2029 agar selaras dengan visi dan misi daerah. Kedelapan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 melalui monitoring meja dan monitoring lapangan guna menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan.

Kesembilan, penyelesaian sisa pekerjaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tolikara Periode 2025–2045. Kesepuluh, penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (RIPDA) dan Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan (RIPO), termasuk RIPO RD dan peta destinasi Kawasan Injil Masuk Kabupaten Tolikara.

Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Tahun Anggaran 2025 sebagai berikut.

Pertama, pembangunan rumah layak huni type 45 sebanyak 50 unit. Kedua, pembangunan jaringan listrik JTM dan JTR sepanjang 12 KM. Ketiga, penyediaan angkutan BBM bagi PLN/PLTD Karubaga.

Keempat, pembebasan lahan kawasan Pemerintahan Kabupaten Tolikara dan RSUD Karubaga Tahap III. Kelima, penyediaan readiness criteria pembangunan rumah sehat Inpres sebanyak kurang lebih 370 unit.

Tahun Anggaran 2026 sebagai berikut.

Pertama, pembangunan rumah layak huni type 45 sebanyak 52 unit dan type 75 sebanyak 3 unit. Kedua, pembangunan jaringan listrik JTM dan JTR sepanjang 12 KM. Ketiga, penyediaan angkutan BBM PLTD/PLN Karubaga. Keempat, pembebasan lahan kawasan pemerintahan dan RSUD Karubaga Tahap IV.

Kelima, pembebasan lahan pembangunan perumahan ASN. Keenam, pembebasan lahan pembangunan Kantor Distrik di 9 lokasi distrik. Ketujuh, pembebasan lahan kawasan pembangunan Museum GIDI.

Kedelapan, pematangan lahan pembangunan perumahan ASN. Kesembilan, penyusunan dokumen RP3KP Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kesepuluh, pendataan rumah tidak layak huni (backlog perumahan). Kesebelas, pendataan potensi lahan untuk pembangunan sarana prasarana pemerintahan.

Bidang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Capaian kinerja mencakup sejumlah aspek sebagai berikut. Pertama, pengusulan kenaikan pangkat PNS dalam 12 periode sesuai Peraturan BKN Nomor 4 Tahun 2025. Kedua, proses mutasi PNS masuk dan keluar di lingkungan Pemkab Tolikara.

Ketiga, pelaksanaan evaluasi kinerja dan uji kompetensi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama berdasarkan persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Keempat, penyerahan SK Pelaksana Tugas (Plt) bagi beberapa jabatan pimpinan tinggi pratama.

Kelima, penyelenggaraan Diklat Prajabatan Formasi K-2 tenaga honor tahun 2013. Keenam, penyelenggaraan tes CPNS Formasi Umum Tahun 2024. Ketujuh, penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) dengan Universitas Cenderawasih dalam peningkatan pendidikan ASN (Program S1 dan S2 di Tolikara).

Kedelapan, pengusulan penambahan gelar akademis (PGA) bagi PNS yang telah menyelesaikan pendidikan lanjutan. Kesembilan, pembentukan Sekretariat Tim Penyelesaian Disparitas Data ASN (target Februari 2026). Kesepuluh, uji kompetensi (Ukom) dan Evaluasi Kinerja (Evkin).

Bidang Kesehatan

Capaian kinerja bidang Kesehatan sebagai berikut. Pertama, peningkatan status RSUD menjadi BLUD dengan target sebagai rumah sakit rujukan kedua setelah Wamena, termasuk pengembangan fasilitas cuci darah (tahap awal).

Kedua, kerja sama dengan RS Dian Harapan Jayapura. Ketiga, pelayanan kesehatan udara oleh Dinas Kesehatan. Keempat, pembangunan Puskesmas. Kelima, Program 1000 HPK dan Sarasehans di beberapa distrik.

Bidang Infrastruktur dan Utilitas Dasar

Capaian konerja di bidang ini meliputi sejumlah aspek. Pertama, pekerjaan jalan dalam kota (muara, kompleks pemerintahan, depan bandara, Kimibur). Kedua, penyediaan air bersih di 8 distrik dan 8 desa. Ketiga, peresmian operasional PLN 24 jam Karubaga.

Keempat, pembangunan Aula Kanggime tahap akhir. Kelima, pembangunan dua gedung di kompleks pemerintahan. Keenam, pembangunan tahap ruki dan pasar. Ketujuh, penyelesaian aset tanah pemerintahan. Kedelapan, penyelesaian tapal batas utara dan timur Kabupaten Tolikara.

Bidang Sosial, Keagamaan, dan Pangan

Capaian kinerja bidang ini sebagai berikut. Pertama, penggerakan ibadah doa dan puasa tanggal 1–3 setiap bulan di setiap klasis. Kedua, Ibadah ASN setiap hari Jumat. Ketiga, pengantaran raskin sampai kepada masyarakat.

Keempat, pengantaran bansos langsung kepada penerima manfaat. Kelima, pelaksanaan Upacara 17 Agustus serentak di Karubaga, Kanggime, Kembu, Bokondini, Distrik Douw, dan Distrik Danime.

Bidang Kelembagaan, Legislatif, dan Tata Kelola

Capaian bidang ini mencakup sejumlah hal. Pertama, penyesuaian kelembagaan OPD. Kedua, pelaksanaan Paripurna DPRD di Karubaga. Ketiga, uji kemampuan pimpinan OPD memaparkan Renstra di hadapan Bupati, Wakil Bupati, dan Tim Ahli Bappenas RI.

Keempat, peningkatan kapasitas bendahara melalui pelatihan SIPD RI. Kelima, pemenuhan mandatori SPAN dan regulasi nasional. Keenam, pembentukan Tim Penyelesaian Masalah Aset (target Februari 2026).

Bidang Pendidikan dan Pengembangan Wilayah

Capaian bidang ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, pembangunan ruang sekolah dan rumah guru. Kedua, kerja sama pendidikan dengan Universitas Cenderawasih. Ketiga, pengembangan Wilayah Pembangunan V meliputi Dow, Wari, dan Egiyam sebagai wujud pembangunan adil dan merata.

Menurut Yosua secara keseluruhan, program dan kerja-kerja Pemerintah Kabupaten Tolikara Tahun 2025–2026 menunjukkan konsistensi dalam sejumlah aspek. Pertama, penguatan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang.

Kedua, penataan tata kelola pemerintahan berbasis regulasi nasional. Ketiga, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar. Keempat, penguatan kapasitas ASN dan kelembagaan. Kelima, pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.

“Dokumen capaian setahun kinerja Bapak Bupati Tolikara Willem Wandi dan Bapak Wakil Bupati Yotam Wonda ini menjadi bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan Tolikara yang tertib, terukur, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ujar Yosua. (*)