Velix Vernando Wanggai Sebut Pengusaha Muda Papua Motor Penggerak Ekonomi Bumi Cenderawasih

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua  Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA berpose bersama usai pelantikan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Papua di Nabire, Sabtu (7/2). Foto: Istimewa

NABIRE, ODIYAIWUU.com — Desain percepatan pembangunan enam provinsi di tanah Papua membutuhkan langkah-langkah terobosan dalam membangkitkan potensi anak muda Papua.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua  Dr Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA mengatakan, dalam semangat itu ia hadir dalam acara pelantikan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua di Jayapura, Jumat (6/2) dan Ketua BPD Hipmi Papua Tengah di Nabire pada Sabtu (7/2).

Dalam dua kunjungan baik di Jayapura maupun Nabire, Velix Wanggai menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengurus Pusat Hipmi Akbar Himawan Buchori yang mengunjungi tanah Papua guna melantik BPD Hipmi Papua Selatan di Merauke, BPD Hipmi Papua di Jayapura, BPD Hipmi Papua Pegunungan di Jayawijaya, BPD Hipmi Papua Tengah di Nabire dan BPD Hipmi Papua Barat Daya di Kota Sorong pada Kamis-Sabtu (5-7/2).

“Pelantikan empat BPD Hipmi di empat daerah otonom baru merupakan tonggak penting bagi anak muda Papua dalam menggerakkan ekonomi Papua di berbagai level, baik skala besar, menengah dan kecil serta usaha mikro, kecil dan menengah,” ujar Velix melalui keterangan tertulis kepada awak media di Jakarta, Senin (9/2).

Wirausaha muda diakui bukan sekadar penggerak ekonomi, tetapi agen perubahan sosial yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian daerah.

“Hal ini penting mengingat lapisan anak muda Papua yang semakin besar jumlahnya akibat bonus demografi di tanah Papua yang didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, kekayaan budaya yang unik serta kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan Papua,” kata Velix, tokoh muda nasional kelahiran Jayapura 16 Februari 1972.

Namun Velix mengingatkan, perlu disadari bahwa pembangunan Papua tidak dapat hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam (SDA) semata. Pembangunan Papua harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kewirausahaan lokal.

“Hipmi di tanah Papua merupakan mitra strategis pemerintah, termasuk mitra dengan Komite Eksekutif Papua dalam mendorong pengembangan ekonomi wilayah, mendorong pendapatan asli daerah, mendorong lahirnya wirausaha muda asal Papua, dan membuka lapangan kerja baru,” kata Velix, peraih master (S2) jebolan Flinders University, Australia.

Menurutnya, sejumlah agenda dan program prioritas Presiden seperti Makan Bergizi Gratis, yang harus berdiri di Papua sebanyak 2.572 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG se-tanah Papua tahun 2026 merupakan salah satu dari sekian program prioritas Presiden yang harus disambut dan dilaksanakan oleh kader-kader Hipmi di enam provinsi di tanah Papua.

“Ke depan saya mengajak para pimpinan Hipmi untuk menyusun rencana agenda bersama dan peta jalan peran anak muda Papua, road map pengembangan ekonomi Tanah Papua pada periode 2026-2029,” kata Velix, mantan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan.

Menurut Velix, peta jalan ekonomi yang terpadu dari hulu ke hilir memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, mendorong lahirnya pengusaha muda asli Papua yang mandiri dan berdaya saing. Pengusaha muda Papua yang harus menjadi tuan di tanah sendiri, mampu mengelola potensi daerah, dan menjadi aktor utama transformasi ekonomi.

Kedua, membangun ekosistem usaha yang kolaboratif dan inovatif. Hipmi menjadi jembatan antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, dan masyarakat adat untuk memperkuat rantai nilai ekonomi Papua.

Ketiga, mengembangkan kewirausahaan berbasis potensi lokal seperti sektor pertanian, perikanan, kehutanan berkelanjutan, ekonomi kreatif, pariwisata budaya, serta ekonomi digital yang semakin berkembang sejalan dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2022-2041.

“Untuk empat daerah otonom baru sangat penting bagi Hipmi untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota serta pemangku kepentingan, stakeholder dalam membantu agenda prioritas dari Pemda dalam menumbuhkan potensi ekonomi daerah dan menghadirkan wirausaha usaha lokal di tanah Papua,” ujar Velix. (*)