Presiden Lantik DEN 2026-2030, Berikut Anggota Unsur Pemangku Kepentingan dari Tanah Papua

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026-2030 unsur pemangku kepentingan Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM, Asean Eng (kedua dari kiri) bersama anggota DEN lainnya saat dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (28/1). Foto: Istimewa

JAKARTA, ODIYAIWUU.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pengarah Dewan Energi Nasional (DEN), Rabu (28/1) melantik Ketua Harian dan Anggota DEN unsur pemerintah dan pemangku kepentingan masa tugas 2026-2030 di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari Pemangku Kepentingan dan Keppres Nomor 6P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Energi Nasional dari Pemerintah.

“Demi Allah saya bersumpah; demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo melalui keterangan pers Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Gita Lestari di Jakarta, Rabu (28/1).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dilantik sebagai Ketua Harian DEN mengatakan, pelantikan tersebut menandai babak baru bagi keberlangsungan pengelolaan energi ke depan. Pemerintah bersama DEN membangun roadmap untuk mencapai target program prioritas di sektor energi, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, dan swasembada energi,

“Inilah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan. Karena dalam berbagai kesempatan di Astacita nomor dua, Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan,” ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan, dengan dilantiknya para anggota baru DEN, bukan berarti pekerjaan baru dilakukan, namun melanjutkan pembangunan dan penyusunan berbagai kebijakan. Misalnya, Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta mendorong penggunaan tenaga nuklir.

“Dengan pelantikan ini bukan berarti kita baru kerja, namun sudah kita kerja dengan membangun beberapa tahapan RUKN, rencangan umum energi sampai bagaimana membangun berbagai kebijakan, termaksud dalamnya adalah pembangunan energi baru terbarukan, dan juga adalah mendorong untuk pakai tenaga nuklir,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, sesuai arahan Presiden terdapat empat fokus pengembangan energi ke depan. Fokus pertama adalah kedaulatan energi tanpa ada intervensi pihak lain, ketahanan energi yang akan ditingkatkan menjadi tiga bulan, kemandirian energi, dan swasembada energi.

Ketua dan Anggota DEN unsur pemerintahan yaitu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia selaku ketua harian dengan anggota yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Sedangkan anggota DEN unsur pemangku kepentingan yaitu Mohamad Fadhil Hasan (akademisi), Satya Widya Yudha (industri), Unggul Priyanto (teknologi), Sripeni Inten Cahyani (industri), Saleh Abdurrahman (lingkungan hidup), Muhammad Kholid Syeirazi (konsumen), Johni Jonatan Numberi (akademisi), dan Surono (konsumen).

Anggota DEN unsur pemangku kepentingan menarik dengan tampilnya Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM, Asean Eng, akademisi dan tokoh muda kawasan timur Indonesia dari tanah Papua.

Johni Numberi lahir di Sorong 26 Agustus 1976. Ia merampungkan pendidikan dasar di SD YPK 2 Kampung Baru, Sorong, Papua Barat Daya tahun 1989.

Johni kemudian masuk SMP Negeri 2 Rufei, Sorong hingga tamat tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan studi di STM Negeri Sorong Jurusan Teknik Mesin hingga lulus tahun 1995.

Johni kemudian merampungkan kuliah Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Mesin di Universitas Negeri Manado tahun 2000. Tahun 2008, ia lulus S2 konsentrasi Teknologi Industri Kecil Menengah di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sembari jadi dosen Johni melanjutkan kuliah dan meraih S3 Ilmu Teknik Mesin di Universitas Indonesia tahun 2017. Dosen mud aini juga mengikuti Pendidikan Profesi Insinyur di Fakultas Teknik UGM tahun 2019-2020 dan berhasil memperoleh Sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dari Badan Kejuruan Teknik Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2021.

Johni juga aktif melakukan riset di antaranya Penelitian Nasional Hibah Bersaing Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (RISTEK-DIKTI) tahun 2015 (Papua Clean Stove berbahan bakar ampas ela sagu), penelitian internal perguruan tinggi tahun 2018 (Analisis Karakteristik Nyala Api Berbahan Bakar Minyak Jelantah Pada Kompor Bertekanan), penelitian terapan unggulan perguruan tinggi tahun 2019 (Perancangan Honai Burner Berbahan Bakar Bio-etanol) dan masih banyak lagi yang lain.

Johni aktif mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri, seperti Magang Pengecoran Logam Ringan Aluminium di Jepang pada tahun 2003-2006, Magang Energi Terbarukan di Belanda tahun 2010 dan Penelitian Artificial Intelegensi Badang Riset Inovasi Nasional (BRIN RI).

Ia meraih penghargaan Pemakalah The Best Poster International Conference Quality International Research 2013 FT UI. Selain itu, Johni juga aktif menulis jurnal baik nasional maupun internasional kemudian terlibat sebagai narasumber dalam berbagai kesempatan seminar.

Saat ini ia memegang amanah penting di Uncen sebagai Dekan Fakultas Teknik periode 2020-2024 dan merupakan pendiri Program Studi Magister Energi Terbarukan di Program Pascasarjana Uncen. (*)