Wakil Bupati Yotam Wonda Nahkodai Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Tolikara Periode 2026–2031

Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) Kabupaten Tolikara periode 2026–2031 sekaligus Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si (tengah) didampingi Sekretaris DKTP Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev (kiri), dan Hebert S Imbiry, SAP (kanan) usai Mussen di SD Negeri Karubaga, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (26/9). Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Wakil Bupati Kabupaten Tolikara Yotam Wonda, SH, M.Si, Jumat (25/9) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) Tolikara periode 2026–2031 melalui Musyawarah Seniman (Mussen) di SD Negeri Karubaga, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Yotam Wonda menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan peserta Mussen untuk memimpin DKTP Tolikara periode 2026–2031. Mussen diakui menjadi ruang bersama bagi para seniman dan budayawan untuk menentukan kepemimpinan sekaligus arah pengembangan seni dan budaya Tolikara lima tahun ke depan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi peserta Mussen yang sudah memberikan mandat kepada kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi, menghimpun para pelaku seni dan budaya serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkarya,” ujar Yotam Wonda di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Sabtu (26/9).

Menurut Yotam Wonda, dalam kepengurusan tersebut Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan SDM Sekretariat Daerah (Setda) Tolikara Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev dipercaya sebagai Sekretaris dan Hebert S Imbiry, SAP sebagai Bendahara.

“Salah satu agenda penting DKTP Tolikara ke depan yaitu melakukan pendataan dan menghimpun sanggar, kelompok tari, musik dan band, seni suara, kerajinan, serta berbagai komunitas dan pelaku seni budaya. Selain itu, melakukan pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda agar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah,” kata Yotam.

Yotam mengatakan, seni dan budaya bukan sekadar hiburan. Di dalamnya tersimpan identitas, sejarah, bahasa, nilai kehidupan, pengetahuan dan kearifan lokal yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Karena itu, kemajuan zaman harus berjalan bersama dengan upaya menjaga akar budaya masyarakat Tolikara.

“Saya bersama pengurus baru mengajak seluruh seniman, budayawan, tokoh adat, komunitas seni dan generasi muda untuk bergandengan tangan. Perbedaan karya dan bidang seni harus menjadi kekuatan untuk melahirkan kreativitas serta memperkenalkan kekayaan budaya Tolikara secara lebih luas,” kata Yotam. (*)