Uskup Mantan Pastor Paroki Imaculata Mowanemani Dogiyai Mgr Paskalis Bruno Syukur Undur Diri

Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM. Foto: Istimewa

BOGOR, ODIYAIWUU.com — Tahta Suci Vatikan menerima pengunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM dari Uskup Keuskupan Bogor. Takhta Suci Vatikan menunjuk Mgr Christophorus Tri Harsono sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bogor.

Penunjukan ini dilakukan setelah Takhta Suci menerima pengunduran diri Mgr Paskalis Bruno Syukur, mantan Pastor Paroki Santa Maria Imaculata Mowanemani Dogiyai, Dekanat Kamuu-Mapia (Kammapi), Keuskupan Timika, Provinsi Papua Tengah.

Dalam kesempatan perpisahan dan pembacaan surat pengunduran dirinya, Mgr Paskalis menyampaikan, ia teringat kata-kata Rasul Paulus dalam 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

“Di balik setiap keputusan administratif, saya mengimani ada tangan Tuhan yang sedang merajut rencana-Nya. Saya menerima ini dengan sukacita batin, karena ketaatan kepada Takhta Suci adalah janji yang Ia pegang teguh,” ujar Uskup Bruno Syukur mengutip keuskupanbogor.org di Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1).

Kemudian, Uskup Harsono yang hadir dalam kesempatan itu turut mengatakan ia akan menjalankan tugas kepemimpinan pastoral dan administratif Keuskupan Bogor untuk sementara waktu, hingga Takhta Suci mengangkat Uskup definitif yang baru.

“Penunjukan ini bertujuan menjamin kesinambungan pelayanan gerejawi serta pendampingan pastoral bagi umat di seluruh wilayah Keuskupan Bogor,” ujar Uskup Harsono.

Seluruh umat diajak bersatu dalam doa demi kepemimpinan dan masa depan Gereja di Keuskupan Bogor yang semakin kuat dan berbuah. Pengunduran diri Mgr Bruno bukan menjadi akhir tetapi sebuah transisi rohani yang membuka bab baru dalam sejarah Keuskupan Bogor.

“Satu bab yang diwarnai rasa syukur, penghormatan, dan doa umat bagi seorang gembala yang telah setia menabur hidup dan kasih Tuhan di tengah mereka,” kata Uskup Harsono.

Mgr Bruno Syukur, OFM lahir 17 Mei 1962 di Ranggu, Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mgr Bruno adalah Uskup dari Ordo Fratrum Minorum (OFM). Ia memilih motto tahbisan Episkopal: Magnificat Anima Mea Dominum (Jiwaku memuliakan Tuhan).

Uskup Bruno menjalani pendidikan dan dasar dan menengah dijalani di Manggarai, seminari menengah di Seminari Pius X Kisol, Manggarai, Flores, studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta. Ia mengucapkan kaul kekal sebagai anggota OFM pada 22 Januari 1989 dan ditahbiskan menjadi imam pada 2 Februari 1991.

Setelah ditahbiskan menjadi imam ia pernah berkarya sebagai Pastor Paroki Santa Maria Imaculata Moanemani, Keuskupan Jayapura, Papua tahun 1991-1993. Tahun 1993-1996 melanjutkan studi spiritualitas di Roma, Italia; dan Magister Novis atau Pembina Calon Fransiskan di Depok, Keuskupan Bogor, Jawa Barat tahun 1996-2001.

Mgr Bruno menjadi Provinsial OFM Indonesia tahun 2001-2004; Definitor General OFM (Dewan Penasihat Minister General Fransiskan se-dunia) di Roma tahun 2004-2009; dan diangkat Paus Fransiskus sebagai Uskup Bogor menggantikan Mgr. Cosmas Michael Angkur, OFM tahun 2013.

Ia ditahbiskan menjadi Uskup Bogor pada 22 Februari 2014. Sejak 2022 hingga saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan diangkat sebagai Kardinal pada Oktober 2024.

Pada 6 Oktober 2024, Paus Fransiskus mengumumkan Mgr Bruno sebagai salah satu dari 21 kardinal baru yang akan dilantik pada 8 Desember 2024. Namun, ia meminta dan diizinkan Paus Fransiskus untuk tidak diangkat sebagai Kardinal guna terus mendampingi umat Keuskupan Bogor sebagai Uskup. (*)